Penanganan Karhutla OKI Dievaluasi, Medan dan Sarpras Jadi Perhatian
- 29 Sep 2026 17:20 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan terus dilakukan evaluasi untuk memperkuat respons petugas dalam menangani karhutla.
- Evaluasi melibatkan pemantauan langsung terhadap kondisi medan serta identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana di lokasi kejadian kebakaran.
- Kegiatan evaluasi dilaksanakan pada Minggu 27 September 2026 di Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam dengan dipimpin oleh Brigadir Jenderal Polisi Hery Santoso.
RRI.CO.ID, OKI - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terus dievaluasi untuk memperkuat respons petugas. Pemantauan dilakukan dengan melihat langsung kondisi medan serta kebutuhan sarana dan prasarana di lokasi kejadian.
Evaluasi berlangsung di Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI, Minggu, 27 September 2026. Kegiatan diawali apel di halaman Polsek Pangkalan Lampam sekitar pukul 08.00 WIB yang dipimpin Brigadir Jenderal Polisi Hery Santoso.
Hery Santoso selaku Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Staf Logistik Polri bersama rombongan kemudian meninjau lokasi penanganan karhutla. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan penanganan sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi petugas.
Tim juga mengevaluasi kebutuhan peralatan dan dukungan operasional di lapangan selama proses penanganan berlangsung. Kondisi medan menjadi salah satu perhatian karena dapat memengaruhi kecepatan petugas dalam menjangkau area terdampak.
Evaluasi lapangan juga menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya. Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap laporan karhutla dapat segera direspons dan penanganannya berjalan secara terpadu.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi diperlukan agar kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum meluas ke wilayah lainnya.
“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan seluruh unsur terkait sangat diperlukan agar setiap kejadian dapat segera ditangani,” ujar Eko.
Eko menambahkan, keselamatan personel menjadi perhatian utama selama proses penanganan karhutla. Kondisi medan yang sulit dijangkau membutuhkan kesiapan personel, peralatan, serta strategi penanganan yang sesuai dengan situasi di lapangan.
Hasil pemantauan di Desa Sungai Bungin selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan penanganan berikutnya. Pemerintah dan seluruh unsur terkait diharapkan dapat memperkuat dukungan agar pengendalian karhutla di Kabupaten OKI berlangsung efektif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....