DLHP Sumsel dan REBN Semprot Eko-Enzim di 30 Titik untuk Kurangi Dampak Kabut Asap
- 19 Sep 2026 08:15 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Kegiatan penyemprotan dilakukan secara serentak di berbagai lokasi yang membutuhkan dukungan untuk mengurangi pencemaran udara.
- DLHP Sumatera Selatan dan REBN melakukan penyemprotan eko-enzim ke udara untuk mengurangi polutan dan kabut asap di Kota Palembang.
- Inisiatif ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ozon Sedunia dan menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pengendalian kualitas udara.
RRI.CO.ID, Palembang - Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan (DLHP Sumsel) menyemprotkan eko-enzim di sejumlah lokasi Kota Palembang. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi polutan akibat kabut asap.
Kegiatan penyemprotan digelar di Kantor DLHP Sumsel pada Jumat, 18 September 2026. Aksi lingkungan tersebut sekaligus memperingati Hari Ozon Sedunia.
DLHP Sumsel menggandeng Rumah Enzim Bakti Nusantara (REBN) dalam pelaksanaan kegiatan penyemprotan. Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kualitas udara perkotaan.
Kepala Seksi Pengembangan Fasilitas Teknis DLHP Sumsel Midin mengatakan penyemprotan dilakukan pada sekitar 30 titik. Lokasi tersebut meliputi rumah sakit, sekolah, hotel, perkantoran, dan perusahaan.
“Tujuannya untuk mengurangi polutan pencemaran akibat kabut asap dan memperingati Hari Ozon Sedunia,” kata Midin.

Menurut Midin, pemilihan sejumlah gedung tinggi menjadi bagian dari strategi pelaksanaan kegiatan karena area tersebut memiliki jangkauan udara yang lebih luas. Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu langkah pendukung dalam menghadapi kondisi kualitas udara akibat kabut asap.
Sementara itu, Ketua Rumah Enzim Bakti Nusantara (REBN) Suyanti mengatakan, pihaknya menyiapkan sekitar 72 liter eko-enzim untuk mendukung kegiatan penyemprotan tersebut.
Eko-enzim yang telah disiapkan kemudian dibagikan kepada sejumlah hotel, sekolah, dan gedung tinggi yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kolaborasi antara DLHP Sumsel dan REBN telah dilakukan sejak 2023 dan kembali dilanjutkan pada 2024 sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Suyanti menyampaikan, berdasarkan uji coba yang dilakukan pihaknya dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penyemprotan, terdapat penurunan polutan sekitar 70 persen. Hasil tersebut merupakan pengukuran dari uji coba yang dilakukan oleh REBN.
“Berdasarkan uji coba yang dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penyemprotan, tercatat penurunan polutan sekitar 70 persen,” tuturnya.
Ia mengatakan kegiatan serupa juga telah dilakukan di sejumlah daerah lain seperti Jakarta, Bali, dan Kalimantan. Menurutnya, upaya menjaga kualitas lingkungan membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar dapat memberikan manfaat lebih luas.
Suyanti berharap kegiatan penyemprotan eko-enzim dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik dan bertanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan.
“Marilah kita punya kesadaran bahwa bumi ini terlalu indah untuk kita rusak,” ujar Suyanti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....