Titik Api Muncul di OKU, Polisi dan Warga Bahu-Membahu Padamkan Lapangan
- 19 Sep 2026 11:10 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKU - Ancaman Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengintai Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kepulan asap dan percikan api yang mendadak muncul di kawasan Kecamatan Lubuk Batang langsung memicu respons tanggap darurat dari aparat dan warga setempat, Kamis, 17 September 2026.
Mendapat laporan adanya titik api (hotspot) yang mengancam area vegetasi kering, personel Polsek Lubuk Batang bersama jajaran pemerintah kecamatan dan masyarakat tak membuang waktu. Mereka mendatangi lokasi dan langsung melakukan lokalisasi api agar vegetasi di sekitarnya tidak ikut melahap habis lahan.
Kapolsek Lubuk Batang, Iptu Jenizar, mengungkapkan bahwa kecepatan personel tiba di titik lokasi menjadi faktor kunci menggagalkan potensi kebakaran beruntun.
"Begitu mendapatkan informasi, kami bersama tim kecamatan dan masyarakat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman. Kami berupaya agar api tidak meluas sekaligus berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan yang lebih besar," ujar Iptu Jenizar saat memberikan keterangannya.
Kondisi cuaca dan vegetasi yang mengering membuat penyebaran api sangat rentan meluas dalam hitungan menit. Beruntung, kolaborasi swadaya masyarakat bersama aparat di lapangan berhasil memutus jalur penjalaran api hingga kondisi kembali terkendali.
Kapolres OKU, AKBP Helmy Tamaela, mengapresiasi kepekaan warga yang melapor serta tindakan cepat jajarannya di lapangan. Pihaknya menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa mengandalkan metode responsif semata, melainkan butuh kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.
Eskalasi karhutla di wilayah OKU sebagian besar dipicu oleh kebiasaan membakar lahan saat pembukaan lahan pertanian. Polsek Lubuk Batang kini memperketat patroli di titik-titik rawan dan tak segan mengambil tindakan tegas bagi pihak yang sengaja memicu kebakaran.
"Mencegah karhutla sejak dini jauh lebih penting sebelum api berubah menjadi bencana yang lebih luas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jika melihat titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin," tegas Helmy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....