Hauling Road AOC Diharap Buka Lapangan Kerja di OKU

  • 17 Sep 2026 09:05 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten OKU meminta PT Abadi Ogan Cemerlang memanfaatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar dalam proyek pembangunan jalan hauling.
  • Jalan hauling yang dibangun memiliki panjang kurang lebih 14 kilometer dan berlokasi di Kecamatan Semidang Aji.
  • Pembangunan jalan diharapkan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat lokal sambil mendukung operasional perusahaan.

RRI.CO.ID, OKU - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) meminta PT Abadi Ogan Cemerlang (AOC) memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat sekitar dalam pembangunan jalan hauling di Kecamatan Semidang Aji. Permintaan tersebut disampaikan Wakil Bupati OKU, Marjito Bachri saat menghadiri ground breaking pembangunan hauling road PT AOC, Selasa, 15 September 2026.

Marjito mengatakan pembangunan jalan hauling sepanjang kurang lebih 14 kilometer tersebut diharapkan tidak hanya mendukung operasional perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan.

“Kami berharap perusahaan dapat memaksimalkan SDM yang ada di sekitar Semidang Aji, untuk kebutuhan tenaga kerja dalam pembangunan ini,” ujarnya.

Menurut Marjito, investasi yang masuk ke Kabupaten OKU perlu memberikan dampak terhadap masyarakat, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah pembangunan.

“Investasi inilah yang akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban agar aktivitas investasi di Kabupaten OKU dapat berjalan dengan baik. Pemkab OKU, kata Marjito, mengapresiasi dimulainya pembangunan jalan hauling PT AOC yang dinilai dapat mendukung konektivitas serta kegiatan ekonomi daerah.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turut meminta pembangunan jalan hauling tersebut melibatkan masyarakat sekitar. Ia juga menilai keberadaan jalur khusus dapat mengurangi aktivitas angkutan perusahaan di jalan umum.

"Kita sangat mengapresiasi pembangunan ini keberadaan jalur khusus dapat mendukung kelancaran operasional perusahaan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat di jalan umum," ujarnya.

Jalan hauling PT AOC tersebut memiliki panjang kurang lebih 14 kilometer dan melintasi tujuh desa, yakni Gunung Kuripan, Tanjung Kurung, Batanghari, Sukamerindu, Panggal-panggal, Ulak Pandan dan Keban Agung.

Direktur Operasional PT AOC, Ugi Sismarendra, mengatakan, pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari infrastruktur pendukung operasional perusahaan. Ia menyebut proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan telah selesai.

“Pembebasan lahan untuk jalan sepanjang kurang lebih 14 kilometer ini sudah mencapai 100 persen,” ujar Ugi saat menyampaikan laporan dalam kegiatan ground breaking.

Sementara itu, Direktur PT Sumbagsel Energi Sakti Pewali, Miftahur Rahman, menyambut pembangunan jalan hauling tersebut. Jalur khusus dinilai diperlukan untuk mendukung kelancaran dan keberlanjutan pasokan batubara ke PLTU Sumbagsel 1.

Menurutnya, penggunaan jalur khusus juga dapat mendukung aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang selama ini menggunakan jalan umum.

“Dengan adanya jalur independen ini, keandalan pasokan listrik untuk masyarakat Sumsel dan jaringan Sumatera dapat terus terjaga,” tukasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....