Pemprov Sumsel Dorong Pengawasan Migas dan Mitigasi Karhutla di Jalur Pipa
- 19 Sep 2026 07:49 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menerima audiensi dari General Manager PT Pertamina Hulu Rokan Heru Irianto bersama perwakilan SKK Migas dan manager relations pada 16 September 2026.
- Pertemuan membahas isu strategis sektor minyak dan gas bumi di Sumatera Selatan dengan fokus pada persoalan illegal refinery atau kilang ilegal.
- Perlindungan konsumen dalam pengelolaan sektor migas menjadi salah satu perhatian utama yang dibahas dalam audiensi tersebut.
RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menerima audiensi General Manager PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Heru Irianto bersama Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwi Januarto dan Manager Relations PHR Zona 4 Frans Alexander A. Hukom di Palembang, Rabu, 16 September 2026.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis sektor minyak dan gas bumi di Sumatera Selatan. Salah satu perhatian utama adalah persoalan illegal refinery atau kilang ilegal serta upaya memperkuat perlindungan konsumen dalam pengelolaan sektor migas.
Herman Deru mengatakan, persoalan illegal refinery perlu menjadi perhatian bersama dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Menurutnya, pembahasan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pengolahan minyak ilegal, tetapi juga menyangkut pengawasan kualitas produk yang beredar di masyarakat.
"Ke depan kita harus berdiskusi lagi mengenai perlindungan konsumen, illegal refinery dan quality control," tegas Herman.
Menurut Herman, pengawasan terhadap sektor migas perlu dilakukan secara menyeluruh agar aktivitas yang berjalan tetap memperhatikan aspek hukum, keselamatan, serta kepentingan masyarakat sebagai pengguna.
Selain persoalan illegal refinery, Herman Deru juga meminta penguatan mitigasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di sekitar jalur pipa migas.
Ia mendorong Pertamina untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pemerintah kabupaten dan kota dalam melakukan pemetaan wilayah yang memiliki potensi risiko.
Pemetaan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran di sekitar infrastruktur migas. Dengan koordinasi yang baik, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko terhadap fasilitas migas dapat diminimalkan.
Dalam pertemuan itu, pengembangan sumber daya manusia lokal juga menjadi salah satu pembahasan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengapresiasi program pelatihan dan transfer pengetahuan yang dilakukan PHR Zona 4, termasuk pengembangan kemampuan generasi muda di bidang industri migas seperti pelatihan drilling.
Herman juga mendorong peningkatan sinergi dalam penataan infrastruktur jalan yang berkaitan dengan aktivitas migas. Menurutnya, pengelolaan akses transportasi perlu diperhatikan agar aktivitas operasional tidak mengganggu mobilitas masyarakat di jalan umum.
Sementara itu, General Manager PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Heru Irianto mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah daerah, dan SKK Migas.
Heru menyampaikan PHR Zona 4 terus berkomitmen mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi, sekaligus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor migas.
Koordinasi antara Pemprov Sumsel, PHR Zona 4, dan SKK Migas selanjutnya akan mencakup sejumlah aspek, mulai dari penanganan illegal refinery, perlindungan konsumen, mitigasi karhutla di jalur pipa migas, pengembangan sumber daya manusia lokal, hingga penataan infrastruktur pendukung kegiatan migas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....