Pemkot Pagar Alam Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu

  • 17 Sep 2026 09:10 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Pagar Alam menekankan pentingnya disiplin dan ketepatan waktu sopir armada angkutan sampah dalam menangani permasalahan sampah yang berkelanjutan.
  • Wali Kota Ludi Oliansyah menyatakan bahwa penanganan sampah telah menjadi permasalahan berkelanjutan dan belum menemukan solusi yang tepat di beberapa daerah Indonesia termasuk Pagar Alam.
  • Langkah disiplin sopir armada sampah dilihat sebagai bagian dari strategi untuk menemukan solusi yang tepat dalam mengatasi krisis pengelolaan sampah di kota tersebut.

RRI.CO.ID, Pagar Alam - Pemerintah Kota Pagar Alam menyusun strategi baru untuk mengatasi persoalan sampah melalui peningkatan disiplin armada pengangkutan dan pengembangan pengolahan sampah. Upaya tersebut dilakukan setelah pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.

Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah menyampaikan langkah tersebut dalam rapat bersama Dinas Lingkungan Hidup dan sopir armada pengangkut sampah di Griya Rumah Dinas Wali Kota, Gunung Gare, Rabu, 16 September 2026.

Ludi mengatakan pemerintah daerah terus mencari solusi agar sistem pengelolaan sampah berjalan lebih efektif. Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya terjadi di Pagar Alam, tetapi juga menjadi tantangan bagi berbagai daerah di Indonesia.

“Penanganan sampah memang sudah menjadi permasalahan berkelanjutan dan belum mendapatkan solusi yang tepat bagi beberapa daerah di Indonesia. Termasuk di Kota Pagar Alam,” ungkap Ludi.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap sistem pengangkutan sampah yang berjalan selama ini. Pembahasan mencakup rute armada, jadwal operasional, hingga proses pengangkutan menuju lokasi pembuangan akhir.

Ludi menegaskan kedisiplinan petugas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia meminta para sopir armada pengangkut sampah menjalankan tugas sesuai jadwal dan rute yang telah ditentukan.

“Saya juga menekankan sikap disiplin dan tepat waktu bagi sopir armada dalam mengangkut sampah rumah tangga di rute masing-masing,” tegas Ludi.

Selain memperbaiki sistem pengangkutan, Pemerintah Kota Pagar Alam juga menyiapkan konsep pemilahan sampah organik untuk diolah menjadi pupuk kompos. Program tersebut diarahkan agar sampah memiliki nilai manfaat dan dapat dimanfaatkan kembali.

Ludi menjelaskan pengolahan sampah organik tidak hanya membantu mengurangi volume sampah. Program tersebut juga berpotensi memberikan nilai ekonomi melalui pemanfaatan pupuk kompos untuk sektor pertanian.

“Sehingga dapat dimanfaatkan kembali,” sambung Ludi.

Ia menambahkan pemerintah daerah juga merancang pembangunan titik pemeriksaan pembuangan sampah di setiap jalur armada. Fasilitas tersebut akan menggunakan ban bekas alat berat yang dimodifikasi sebagai tempat penampungan.

Menurut Ludi, penggunaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi tindakan perusakan atau pengambilan tempat sampah secara tidak bertanggung jawab. Sistem baru tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola sampah di Kota Pagar Alam.

Pemerintah Kota Pagar Alam juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Warga diminta tidak membuang sampah ke sungai dan mengikuti jadwal pembuangan sesuai waktu operasional armada.

“Jangan membuang sampah ke sungai apalagi dampaknya di musim penghujan. Dengan cara ini diharapkan secara perlahan masalah sampah akan selesai dan Kota Pagar Alam akan terus asri dan sejuk,” pungkas Ludi.

Melalui pembenahan sistem pengangkutan, pengolahan sampah organik, serta keterlibatan masyarakat, Pemerintah Kota Pagar Alam berharap persoalan sampah dapat ditangani secara bertahap. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....