Hanya Punya Satu Unit Truk, Damkar Talang Keramat Harap Tambahan Armada

  • 16 Sep 2026 08:50 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin - Menghadapi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla sepanjang musim kemarau 2026, Pos Damkar Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, tetap berjibaku melakukan pemadaman meski menghadapi keterbatasan armada dan sumber air.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petugas di lapangan, karena satu unit armada harus melayani wilayah yang cukup luas. Selain menangani kebakaran lahan, petugas juga tetap harus merespons laporan kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman warga.

Komandam Regu Pos Damkar Talang Keramat, Firman, mengatakan, setiap laporan yang diterima tetap ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi kebakaran. Menurutnya, persoalan ketersediaan air menjadi salah satu kendala utama selama musim kemarau.

"Setiap laporan kami terima dan kami cek ke lokasi," ujar Firman, di Kecamatan Talang Kelapa, Selasa, 15 September 2026.

Pos Damkar Talang Keramat saat ini hanya memiliki satu unit armada untuk menjangkau sejumlah wilayah di Kecamatan Talang Kelapa. Keterbatasan tersebut membuat petugas harus menentukan respons ketika beberapa laporan kebakaran masuk dalam waktu yang berdekatan.

Firman mencontohkan, petugas pernah menerima laporan kebakaran di beberapa lokasi sekaligus, termasuk Amin Mulya dan Jalan Swadaya. Dalam kondisi seperti itu, penanganan di salah satu lokasi dapat dibantu masyarakat agar petugas dapat tetap mengamankan wilayah lainnya.

Wilayah yang dinilai cukup rawan meliputi Jalan Swadaya, kawasan HKTI, Kebun Jeruk, hingga Tanjung Siapi-Api. Sebagian lokasi merupakan area dengan banyak tumbuhan dan lahan terbuka yang berpotensi terbakar ketika kondisi kering.

"Kalau ada perbantuan unit, kami bisa lebih cepat membantu masyarakat," katanya.

Dalam menjalankan tugas, Pos Damkar Talang Keramat juga berkoordinasi dengan BPBD serta unsur terkait lainnya. Namun, ketika personel atau armada BPBD sedang menangani kebakaran di lokasi lain, petugas damkar harus turun lebih dahulu untuk memberikan penanganan awal.

Kondisi medan turut menjadi risiko bagi petugas, terutama ketika kebakaran terjadi pada malam hari. Keberadaan sumur, hewan, serta kondisi lahan yang tidak mudah terlihat membuat personel harus berhati-hati saat mendekati titik api, sementara tugas utama damkar lebih berfokus pada kebakaran yang mengancam permukiman.

Firman berharap pemerintah dapat menambah armada dan perlengkapan alat pelindung diri bagi petugas. Penambahan sarana tersebut dinilai penting agar respons terhadap kebakaran permukiman maupun karhutla dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu bantuan dari unit lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....