Miss Hijab Lingkungan Berencana Lanjutkan Program Bersih-Bersih Sungai Musi

  • 29 Agt 2026 07:28 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Mariska berencana melanjutkan aksi bersih-bersih bantaran Sungai Musi di kawasan Kampung Kapitan.
  • Gotong royong dan media sosial terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
  • Generasi muda diajak melakukan aksi lingkungan secara konsisten, bukan sekadar mengikuti tren di media sosial.

RRI.CO.ID, Palembang - Miss Hijab Lingkungan Sumatera Selatan 2026, Mariska Pratiwi, berencana melanjutkan aksi bersih-bersih di kawasan bantaran Sungai Musi Palembang. Rencana ini muncul usai ia menyaksikan langsung dampak positif dari kegiatan pembersihan sampah di wilayah tersebut khususnya di kawasan pinggiran Kampung Kapitan.

Hal tersebut disampaikan Mariska dalam siaran Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang, Senin, 24 Agustus 2026. Mariska mengaku sempat ragu kawasan tersebut bisa benar-benar bersih mengingat tumpukan sampah yang cukup banyak sebelumnya.

"Ini enggak mungkin bisa bersih total ya, tapi karena dilakuin sama-sama jadi cukup bersih," ujar Mariska. Ia menyebut kegiatan gotong royong tersebut akhirnya membuahkan hasil signifikan bagi kebersihan lingkungan sekitar Kampung Kapitan.

Mariska mengungkapkan sebagian besar sukarelawan yang ikut serta dalam kegiatan tersebut mengetahui informasinya lewat media sosial. Kondisi ini menunjukkan besarnya potensi media sosial dalam menggerakkan partisipasi masyarakat terhadap isu lingkungan.

"Dampaknya itu besar, benar-benar cukup bersih sekarang di bagian situ," katanya. Mariska menegaskan hasil nyata dari aksi kolektif tersebut menjadi motivasi baginya untuk melanjutkan kegiatan serupa.

Mariska mengungkapkan rencana aksi nyata dalam waktu dekat masih akan berfokus di kawasan yang sama, yakni bantaran Sungai Musi wilayah Kampung Kapitan. Ia ingin memastikan wilayah tersebut tidak hanya bersih dari sampah, tetapi juga tertata lebih baik.

"Penginnya tuh daerah sana bersih banget, mungkin bisa ditambah tanaman juga biar makin cantik," ungkap Mariska. Ia menyebut kondisi pinggir sungai kerap kembali kotor akibat sampah kiriman saat air pasang surut.

Mariska menegaskan aksi nyata di lapangan dinilai lebih bermakna dibanding sekadar mengikuti tren aktivisme di media sosial. Ia menyebut partisipasi berkelanjutan menjadi pembeda utama antara aksi sungguhan dan sekadar ikut-ikutan.

Mariska berharap semakin banyak generasi muda tergerak untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan di sekitar mereka. Ia menegaskan dampak besar hanya bisa tercipta apabila kepedulian tersebut dilakukan secara bersama-sama.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....