PLN S2JB Percepat Elektrifikasi Desa melalui Survei PLTS Komunal Sumsel
- 10 Sep 2026 21:15 WIB
- Palembang
Poin Utama
- PLN UID S2JB melakukan survei di 12 desa di Sumatera Selatan untuk menyiapkan pembangunan PLTS Komunal.
- Rencana 14 titik PLTS Komunal berpotensi melayani sekitar 7.737 kepala keluarga, terutama di wilayah pesisir yang jauh dari jaringan listrik.
- PLN dan pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dalam kesiapan lahan dan perizinan agar elektrifikasi dapat segera diwujudkan dan mendukung perekonomian serta kualitas hidup masyarakat desa.
RRI.CO.ID, Palembang - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (UID S2JB) mempercepat pemerataan akses listrik di wilayah terpencil Sumatera Selatan melalui penyiapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal.
Sebagai bagian dari tahapan perencanaan, PLN UID S2JB bersama pemerintah daerah dan PLN Enjiniring melakukan survei di 12 desa. Survei tersebut untuk memetakan kondisi kelistrikan, kebutuhan energi, kesiapan lahan, akses transportasi, hingga titik rencana pembangunan PLTS Komunal.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar mengatakan survei lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan solusi kelistrikan sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
“Setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, kami memastikan perencanaan dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan, sehingga infrastruktur yang dibangun nantinya tepat guna, andal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Diksi, Selasa 8 September 2026.
Dari 12 desa yang disurvei, 11 desa berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan satu desa di Kabupaten Banyuasin. Secara keseluruhan terdapat 14 titik rencana PLTS Komunal dengan potensi menjangkau sekitar 7.737 kepala keluarga.
Sebagian besar lokasi berada di kawasan pesisir dengan akses transportasi yang terbatas. Sejumlah desa bahkan hanya dapat dijangkau melalui jalur air dan berjarak puluhan kilometer dari jaringan listrik eksisting.
Di Kecamatan Tulung Selapan, misalnya, Desa Simpang Tiga Makmur dan Simpang Tiga Jaya berjarak sekitar 75 kilometer dari jaringan listrik terdekat. Sementara Desa Kuala Dua Belas berjarak sekitar 60 kilometer dan Simpang Tiga Abadi sekitar 50 kilometer.
Kondisi geografis tersebut membuat PLTS Komunal menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan listrik tanpa sepenuhnya bergantung pada perluasan jaringan listrik konvensional.
“PLN tidak ingin kondisi geografis menjadi penghalang masyarakat memperoleh listrik. Untuk wilayah pesisir dan isolated, kami menyiapkan pendekatan yang paling efektif dengan tetap mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, keselamatan dan keberlanjutan,” ujar Diksi.
PLN UID S2JB juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan kesiapan lahan dan perizinan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan bagi masyarakat yang selama ini berada jauh dari jaringan eksisting.
“Target kami bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi menghadirkan listrik yang benar-benar dapat mendorong pendidikan, pelayanan publik, kegiatan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa,” tutur Diksi.
Sementara itu, Wakil Bupati OKI Supriyanto mengatakan perluasan akses listrik merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga wilayah pesisir. Pemerintah daerah, akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, PLN dan pemerintah desa, termasuk memastikan kesiapan lahan hibah bagi desa penerima program.
“Pemerintah daerah akan memastikan dukungan yang menjadi kewenangan kami, termasuk kesiapan lahan hibah di desa penerima. Kami ingin program ini benar-benar sampai kepada masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....