Eco-Enzyme, Hasil Limbah Dapur yang Punya Sejuta Manfaat Kesehatan

  • 07 Sep 2026 09:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Eco-Enzyme dibuat dari fermentasi limbah buah dan sayuran selama tiga bulan.
  • Eco-Enzyme dimanfaatkan untuk terapi kesehatan, perawatan kulit, hingga pupuk alami.
  • Bank Sampah Melati mendorong masyarakat mengolah limbah dapur melalui sosialisasi Eco-Enzyme.

RRI.CO.ID, Palembang - Limbah dapur seperti sisa buah dan sayuran ternyata dapat diolah menjadi Eco-Enzyme dengan segudang manfaat kesehatan. Ketua Bank Sampah Melati Kelurahan 23 Ilir, Dyah Eka Sari Izuddin, menyebut cairan fermentasi tersebut kini rutin diproduksi anggotanya.

Hal ini disampaikan Dyah dalam siaran Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang, Kamis, 3 September 2026. Dyah mengaku Eco-Enzyme dibuat dari fermentasi buah dan sayuran selama tiga bulan dengan perbandingan tertentu.

"Eco-Enzyme ini adalah cairan sejuta manfaat," ujar Dyah. Ia menyebut perbandingan pembuatannya yakni satu kilogram gula merah atau molase, tiga kilogram buah atau sayur, dan sepuluh liter air.

Dyah menjelaskan Eco-Enzyme juga dapat dimanfaatkan sebagai terapi rendam kaki untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Terapi tersebut dilakukan selama 15 hingga 20 menit menggunakan campuran Eco-Enzyme dan air hangat.

"Itu bisa mengurangi nyeri pada kaki karena asam urat, rematik juga bisa, terus untuk yang stroke jg boleh coba terapi kakinya pake Eco-Enzyme," katanya. Dyah menyebut Eco-Enzyme turut efektif mengatasi masalah kulit seperti kadas, kurap, dan panu.

Dyah menambahkan lapisan jamur yang muncul saat proses fermentasi Eco-Enzyme juga memiliki khasiat khusus bagi kulit wajah. Jamur tersebut dikenal dengan sebutan Pitera yang kaya akan kandungan asam amino, vitamin, mineral, serta asam organik.

"Rata-rata ibu-ibu di Bank Sampah Melati itu cantik-cantik dan kinclong-kinclong," ungkap Dyah. Ia menyebut anggotanya kini tidak lagi menggunakan produk skincare karena telah beralih memakai Eco-Enzyme yang bisa membantu mencerahkan kulit.

Dyah menyebut Eco-Enzyme juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti sabun, sampo, hingga bantal aromaterapi. Eco-Enzyme turut dimanfaatkan sebagai pupuk alami yang mampu meningkatkan hasil panen tanaman buah.

Dyah juga menegaskan Eco-Enzyme tidak diperjualbelikan secara komersial karena harus disosialisasikan secara luas kepada masyarakat. Ia berharap semakin banyak warga Palembang mau belajar membuat Eco-Enzyme demi memanfaatkan limbah dapur secara maksimal.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....