Kerja Sama RI-Australia Jadi Cikal Bakal Bank Sampah Melati

  • 05 Sep 2026 14:25 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Bank Sampah Melati diinisiasi melalui program PERINTIS kerja sama Indonesia dan Australia pada 2022.
  • Warga dilatih memilah sampah serta mengolah limbah dapur menjadi Eco-Enzyme bernilai ekonomi.
  • Bank Sampah Melati saat ini sudah memberdayakan 32 anggota untuk mengelola sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

RRI.CO.ID, Palembang - Bank Sampah Melati di Kelurahan 23 Ilir, Palembang, ternyata lahir dari program kerja sama antara Indonesia dan Australia. Ketua Bank Sampah Melati, Dyah Eka Sari Izuddin, mengungkapkan latar belakang berdirinya lembaga pengelola sampah tersebut.

Hal ini disampaikan Dyah dalam siaran Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang, Kamis, 3 September 2026. Dyah mengaku Bank Sampah Melati resmi diinisiasi pada 27 Mei 2022 melalui program bernama PERINTIS (Pemberdayaan Masyarakat Inklusif untuk Sanitasi).

"Kami diinisiasi oleh PERINTIS, kerja sama Australia dengan Indonesia," ujar Dyah. Ia menyebut program tersebut merupakan bagian dari Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL di kawasan Rumah Susun.

Dyah menjelaskan wilayah 23 Ilir dipilih karena rentan menghasilkan sampah akibat padatnya permukiman Rumah Susun. Kondisi tersebut mendorong program PERINTIS memberikan pelatihan pengelolaan sampah kepada warga setempat.

"Kebetulan daerah kami rentan untuk sampah karena daerah Rumah Susun," katanya. Dyah menyebut warga kemudian dilatih langsung oleh Bank Sampah Sakura untuk mengolah sampah organik dan anorganik.

Dyah menegaskan pelatihan dari program tersebut turut mengajarkan warga membuat Eco-Enzyme dari limbah dapur seperti sisa buah dan sayuran. Produk fermentasi ini kemudian dikembangkan menjadi berbagai turunan bernilai ekonomi.

Dyah menyebut Bank Sampah Melati kini beranggotakan 32 orang yang aktif memilah sampah organik maupun anorganik dari rumah masing-masing. Sampah anorganik yang terkumpul selanjutnya dijual ke pengepul dan ditabung dalam bentuk emas melalui kerja sama dengan PT Pegadaian.

Dyah berharap program yang bermula dari kerja sama internasional tersebut dapat terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Ia menegaskan pengelolaan sampah yang baik dapat membantu mengurangi beban lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....