Cegah Karhutla, Patroli Gabungan Tanjung Batu Pantau Kawasan Rawan

  • 31 Agt 2026 09:03 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Patroli gabungan pencegahan karhutla di kawasan Simpang Desa Burai, Ogan Ilir pada Sabtu, 29 Agustus 2026, tidak menemukan titik api atau kejadian kebakaran hutan dan lahan.
  • Tim patroli terdiri dari Polsek Tanjung Batu, TNI, pemerintah kecamatan, dan BPBD yang menyusuri kawasan rawan untuk memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.
  • Kegiatan patroli dimulai pukul 14.00 WIB dengan fokus pada pemantauan dan pencegahan dini untuk menjaga stabilitas keamanan lingkungan di region yang rawan kebakaran.

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Patroli gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyisir kawasan rawan di sekitar Simpang Desa Burai, Ogan Ilir. Pemantauan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, tidak menemukan titik api maupun kejadian karhutla di lokasi sasaran.

Patroli dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan melibatkan Polsek Tanjung Batu, TNI, pemerintah kecamatan, dan BPBD. Tim menyusuri sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi kebakaran untuk memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.

Kapolsek Tanjung Batu AKP Suparna P. Utomo memimpin langsung kegiatan bersama Kanit Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Personel BPBD, perwakilan Kecamatan Tanjung Batu, serta anggota Polsek Tanjung Batu turut mengikuti pemantauan.

Selain menyisir kawasan rawan, petugas mendatangi masyarakat, pengelola lahan, dan pekerja di sekitar lokasi. Mereka mengingatkan warga tidak membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api yang berpotensi memicu kebakaran.

Pengelola lahan juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pekerja selama berada di kawasan tersebut. Petugas mengingatkan pengelola memastikan ketersediaan sarana pemadaman untuk mengantisipasi munculnya api.

Kapolsek Tanjung Batu AKP Suparna P. Utomo mengatakan patroli bertujuan memastikan kawasan rawan tetap terpantau sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. “Patroli ini kami lakukan untuk memastikan titik-titik rawan tetap terpantau. Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengelola lahan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” ujarnya.

Suparna menegaskan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat selain kesiapsiagaan aparat. “Peran masyarakat sangat penting. Jika melihat asap atau titik api, jangan menunggu api membesar. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepat mungkin,” tegasnya.

Kasihumas Polres Ogan Ilir IPTU Mansyur mengatakan sinergi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat pencegahan karhutla sejak awal. “Polres Ogan Ilir bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat langkah preventif melalui patroli, pemantauan dan edukasi,” ungkap IPTU Mansyur.

Menurut Mansyur, pencegahan sejak dini dapat mengurangi risiko kebakaran berkembang dan meluas. “Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif untuk mencegah kebakaran meluas,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat dan pengelola lahan tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan jangan melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap potensi Karhutla,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....