Cegah Karhutla, Polda Sumsel Bekali Tim Edukasi Lemdiklat

  • 30 Agt 2026 09:05 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Polda Sumatera Selatan menggelar pembekalan untuk Tim Edukasi Masyarakat tentang Kebakaran Hutan dan Lahan dari Lemdiklat Polri sebelum mereka diturunkan ke lapangan.
  • Tim edukasi terdiri dari mahasiswa dari tiga institusi pendidikan Polri yaitu STIK, SESPIMMA, dan SETUKPA Lemdiklat Polri.
  • Kegiatan pembekalan dilaksanakan di Lounge Ampera Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumatera Selatan pada Jumat, 28 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan memberikan pembekalan kepada Tim Edukasi Masyarakat tentang Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Lemdiklat Polri sebelum diterjunkan ke sejumlah wilayah rawan karhutla di Sumsel, Jumat, 28 Agustus 2026.

Tim tersebut terdiri dari mahasiswa STIK, SESPIMMA, dan SETUKPA Lemdiklat Polri. Mereka tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sebelum melanjutkan kegiatan pembekalan di Lounge Ampera Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

Pembekalan dimulai pukul 15.45 WIB dan dipimpin Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol. Feri Handoko Soenarso, Kegiatan juga diikuti Karoops, Dirreskrimsus, Dirbinmas, Dirintelkam, Kabidlabfor, Kabiddokkes Polda Sumsel, para Wakapolres/Tabes, Kasat Binmas jajaran, serta personel panitia edukasi karhutla.

Dalam pembekalan tersebut, Irwasda menekankan luasnya dampak karhutla terhadap masyarakat, mulai dari keselamatan, kesehatan, lingkungan, perekonomian hingga potensi dampak lintas negara.

Karena itu, tim edukasi diminta memahami kondisi dan tantangan penanganan karhutla sebelum menjalankan tugas di lapangan. Tiga hal utama yang ditekankan yakni pencegahan, deteksi dini titik api atau fire spot, serta penindakan secara cepat dan tegas.

Dari aspek penegakan hukum, Dirreskrimsus Polda Sumsel memaparkan perkembangan penanganan perkara karhutla periode 1 Mei hingga 27 Agustus 2026. Paparan tersebut juga mencakup asistensi penegakan hukum di sejumlah wilayah rawan, seperti OKI, PALI, dan Banyuasin.

Sementara itu, Dirbinmas Polda Sumsel memberikan pembekalan mengenai pendekatan preemtif melalui patroli, sambang masyarakat, serta penyuluhan. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan karhutla sejak dini.

Karoops Polda Sumsel turut memaparkan kondisi karhutla, termasuk sebaran 4.504 titik hotspot dan luas lahan terbakar yang disebut mencapai 1.131.789 hektare. Tim juga didorong memanfaatkan Maklumat Kapolda Sumsel dan media sosial sebagai sarana memperluas edukasi kepada masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan keterlibatan mahasiswa STIK, SESPIMMA, dan SETUKPA Lemdiklat Polri merupakan bagian dari sinergi dalam memperkuat edukasi masyarakat terkait karhutla.

"Melalui pembekalan ini, kami ingin memastikan bahwa tim edukasi yang turun langsung ke wilayah hukum Polda Sumsel memiliki pemahaman yang kuat, baik dari sisi penegakan hukum maupun edukasi preventif. Komitmen kepemimpinan Kapolda Sumsel jelas: kita mengutamakan pencegahan dan deteksi dini, namun tetap bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran lahan demi melindungi kesehatan, keselamatan, dan masa depan masyarakat Sumatera Selatan," tegas Nandang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....