Cegah Karhutla, Mabes TNI Sasar Delapan Kecamatan di Banyuasin
- 30 Agt 2026 17:20 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Tim Mabes TNI akan melakukan penyuluhan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di delapan kecamatan Kabupaten Banyuasin selama 10 hari.
- Peningkatan potensi kebakaran disebabkan oleh kondisi panas ekstrem yang sedang terjadi di wilayah tersebut.
- Rencana penyuluhan disampaikan dalam pertemuan antara Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, Sekretaris Daerah Erwin Ibrahim, dan jajaran Mabes TNI pada 28 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Banyuasin - Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) akan melakukan penyuluhan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di delapan kecamatan di Kabupaten Banyuasin selama 10 hari, menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat kondisi panas ekstrem.
Rencana tersebut disampaikan dalam pertemuan Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, bersama Sekretaris Daerah Banyuasin, Erwin Ibrahim, dengan jajaran Mabes TNI di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Jumat, 28 Agustus 2026.
Delapan kecamatan yang menjadi sasaran penyuluhan yakni Rantau Bayur, Makarti Jaya, Banyuasin III, Betung, Rambutan, Banyuasin I, Pulau Rimau, dan Talang Kelapa.
Ketua Tim Mabes TNI, Brigjen TNI Ginting, mengatakan, tim Mabes TNI akan turun langsung memberikan penyuluhan kepada masyarakat di delapan kecamatan mulai Sabtu, 29 Agustus 2026. Edukasi mencakup bahaya Karhutla, langkah pencegahan, hingga penanganan apabila terjadi kebakaran.
“Melalui kehadiran Satgas Mabes TNI ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu daerah menghadapi ancaman karhutla. Mulai besok tim akan turun langsung memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, langkah pencegahan, serta penanganan apabila kebakaran terjadi. Karena Banyuasin berada di lahan gambut ibarat berada di dekat tungku api yang sewaktu-waktunya dapat terbakar karena itu perlu di antisipasi oleh semua pihak,” ungkap Ginting.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian mengatakan pencegahan Karhutla membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat. Menurutnya, kunjungan Mabes TNI menjadi bagian dari penguatan koordinasi menghadapi ancaman kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut.
“Tentunya Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyambut baik silaturahmi ini sebagai bentuk penguatan koordinasi dan komunikasi antar lembaga. Pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar lingkungan tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari dampak bencana asap,” ujar Wabup.
Netta menambahkan, Pemkab Banyuasin telah memperkuat koordinasi lintas sektor serta peran pemerintah kecamatan dan desa dalam pencegahan Karhutla. BPBD Banyuasin juga telah menyiapkan empat posko untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran.
“Adanya sinergitas dan hubungan baik yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan TNI dapat terus ditingkatkan demi mendukung pembangunan daerah, menjaga keamanan wilayah, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat. Untuk itu BPBD juga sudah ada empat posko yang bisa mengantisipasi ketika ada kebakaran,” pungkasnya.
Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim menyebut kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam pencegahan Karhutla. Ia mengatakan sebagian wilayah Banyuasin memiliki lahan gambut dengan kedalaman hingga tiga meter yang berpotensi memunculkan kembali titik api apabila tidak ditangani secara tepat.
“Kabupaten Banyuasin menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut yang memiliki kerentanan dengan kedalaman 3 meter terhadap kebakaran yang bisa menimbulkan kembali spot-spot api. Sangat pentingnya edukasi agar masyarakat memahami pola dan dinamika karhutla dengan pemahaman tersebut pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin serta penanganan dapat bergerak cepat apabila kebakaran terjadi,” jelasnya.
Erwin mengatakan upaya pencegahan perlu dilakukan melalui patroli rutin, pengawasan pembukaan lahan, pengelolaan lahan gambut, penguatan masyarakat, pengawasan perusahaan, serta peningkatan kesiapsiagaan TNI dan Polri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....