Sawah Mulai Mengering, Warga Pulo Kerto Palembang Salat Istisqa

  • 30 Agt 2026 09:45 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Warga Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang melaksanakan Salat Istisqa pada Jumat, 28 Agustus 2026 untuk memohon turunnya hujan.
  • Kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan lahan persawahan masyarakat kekurangan air dan mengakibatkan hasil panen belum maksimal.
  • Camat Gandus Jufriansyah menegaskan bahwa kekeringan tidak hanya memengaruhi aktivitas masyarakat tetapi juga sektor pertanian di wilayah Pulokerto.

RRI.CO.ID, Palembang- Warga Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang melaksanakan Salat Istisqa di Halaman MTs MA Alminhajul Islamiyyah, Jalan Pulokerto RT 23 RW 04, Kecamatan Gandus, Jumat, 28 Agustus 2026. Salat ini dilakukan menyusul Kekeringan mulai dirasakan masyarakat.

Camat Gandus, Jufriansyah, mengatakan, kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat lahan persawahan warga kekurangan air sehingga hasil panen disebut belum maksimal. “kemarau tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga mulai memengaruhi sektor pertanian di wilayah Pulokerto,” ucapnya.

Menurutnya, meski kondisi pertanian terdampak kekeringan, masyarakat tetap bersyukur. “Sejauh ini Pemerintah Kota Palembang mulai memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut,” sambungnya.

Jufriansyah menyebut Wali Kota Palembang sebelumnya telah meninjau kondisi wilayah Pulokerto dan menyiapkan bantuan berupa selang serta pompa air untuk membantu pengairan lahan persawahan warga. “Alhamdulillah Wali Kota Palembang meninjau dan akan memberikan bantuan selang pompa air,” ujarnya.

Selain mengupayakan pengairan, warga berharap hujan segera turun sehingga kondisi lahan persawahan dapat kembali normal. “Pelaksanaan salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar warga di tengah kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air,” katanya.

Jufriansyah mengatakan, salat tersebut menjadi ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat untuk memohon turunnya hujan. Sekaligus menghadapi dampak kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin dirasakan di sejumlah wilayah Palembang.

“Salat tersebut menjadi ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat untuk memohon turunnya hujan. Salat ini sebagai upaya menghadapi dampak kemarau dan kabut asap akibat karhutla yang semakin dirasakan di sejumlah wilayah Palembang,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....