Enam Personel Polda Sumsel Bergerak Tangani Karhutla Ogan Ilir

  • 28 Agt 2026 23:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Enam personel BKO Dit Samapta Polda Sumsel dikerahkan menangani sejumlah titik karhutla di wilayah hukum Polsek Indralaya.
  • Pemadaman dilakukan di empat lokasi, yakni Pulau Rambutan, Unsri Indralaya, Pulau Semambu, dan Sungai Semambu.
  • Polda Sumsel memperkuat pencegahan dan respons cepat karhutla serta mengimbau masyarakat dan korporasi tidak membuka lahan dengan cara membakar.

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Enam personel BKO Direktorat Samapta Polda Sumatera Selatan bergerak menangani sejumlah titik karhutla di wilayah Indralaya, Ogan Ilir. Tim yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II itu melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.

Personel diterjunkan setelah menerima laporan mengenai keberadaan titik api di sejumlah kawasan dalam wilayah hukum Polsek Indralaya. Selain memadamkan api, mereka melakukan pencegahan agar kebakaran tidak merambat ke area sekitar.

Penanganan pertama berlangsung di kawasan Pulau Rambutan sekitar pukul 13.50 WIB, Rabu, 26 Agustus 2026. Setelah memastikan kondisi api terkendali, personel bergerak menuju kawasan Unsri Indralaya sekitar pukul 13.55 WIB.

Tim kemudian melanjutkan pemadaman di kawasan Pulau Semambu sekitar pukul 14.40 WIB. Penanganan berlanjut hingga kawasan Sungai Semambu dan berlangsung sampai sekitar pukul 17.10 WIB.

Rangkaian pemadaman tersebut dilakukan secara berpindah mengikuti lokasi titik api yang ditemukan. Pola tersebut memungkinkan personel merespons beberapa wilayah rawan sekaligus dalam satu rangkaian penanganan.

Direktur Samapta Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Ridwan Raja Dewa mengatakan pengerahan personel BKO merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, kecepatan respons menjadi faktor penting untuk mencegah api berkembang dan meluas.

“Kami terus memantau pergerakan dan kesiapan anggota di lapangan, khususnya di wilayah-wilayah rawan seperti Indralaya, Pulau Rambutan, hingga Sungai Semambu,” ujar Kombes Pol Ridwan Raja Dewa.

Ridwan menegaskan personel terus memperkuat pemantauan bersama jajaran kewilayahan di kawasan yang memiliki potensi kebakaran. Setiap laporan maupun temuan titik api menjadi dasar untuk menentukan langkah pemadaman dan mitigasi.

“Kecepatan bertindak dan sinergi yang baik sangat krusial agar api dapat segera dikendalikan sebelum meluas,” tuturnya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan kepolisian berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman karhutla. Penanganan dilakukan dengan mengoptimalkan personel dan memperkuat koordinasi bersama unsur terkait.

“Kami memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Penanganan dilakukan secara cepat dan terukur dengan mengoptimalkan personel serta sinergi bersama seluruh unsur terkait,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Polda Sumsel juga meminta masyarakat dan perusahaan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Pembukaan lahan dengan cara membakar dilarang karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Masyarakat diminta segera melaporkan keberadaan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu karhutla kepada petugas. Informasi lebih awal dapat membantu petugas mempercepat penanganan sebelum api menjalar ke kawasan lain.

Melalui Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel memperkuat pencegahan, pemantauan, dan penanganan karhutla di wilayah rawan. Upaya tersebut ditujukan untuk melindungi masyarakat, menjaga lingkungan, serta mempertahankan keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....