Operasi Aman Nusa II Tangani Karhutla 9 Hektare di OKI

  • 29 Agt 2026 15:28 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Tim gabungan Operasi Aman Nusa II menangani kebakaran hutan dan lahan seluas 9 hektare di areal PT MBJ, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
  • Sebanyak 26 personel dikerahkan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah sekitar.
  • Operasi penanganan kebakaran dilakukan melalui penyisiran, penyemprotan, dan pendinginan pada area terdampak di Desa Sungai Menang pada Kamis, 27 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, OKI - Tim gabungan Operasi Aman Nusa II menangani kebakaran hutan dan lahan seluas sekitar 9 hektare di areal PT MBJ, OKI. Sebanyak 26 personel dikerahkan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah sekitar.

Penanganan berlangsung di Desa Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis, 27 Agustus 2026. Tim melakukan penyisiran, penyemprotan, dan pendinginan pada area terdampak untuk memastikan api terkendali.

Kekuatan tersebut terdiri atas empat personel Dit Samapta dan lima personel Polsek Sungai Menang. Polairud Polres OKI mengerahkan dua personel, sedangkan PT MBJ menurunkan 12 personel dan Dinas Pemadam Kebakaran tiga personel.

Penanganan di areal PT MBJ menjadi bagian dari Operasi Aman Nusa II untuk mengantisipasi dan menanggulangi Karhutla. Tim gabungan mengutamakan kecepatan respons agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Sebelum penanganan, personel melaksanakan apel kesiapsiagaan pada pukul 07.00 WIB. Sebanyak 11 personel kemudian ditempatkan di tiga lokasi rawan, yakni PT PNS Desa Sibur, PT MBJ Desa Sungai Menang, dan PT NS Desa Gajah Mati.

Penempatan personel dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Tim juga menjalankan patroli mitigasi di ketiga lokasi sebagai langkah pencegahan sejak dini.

Selain patroli, personel melaksanakan enam kegiatan imbauan dan edukasi hukum kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di sekitar PT MBJ, Desa Gajah Mati, dan Desa Sibur untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya Karhutla.

Kap Opsda Aman Nusa II Kombes Pol Ridwan Raja Dewa mengatakan kecepatan respons menjadi faktor penting dalam menangani kebakaran dengan luasan cukup besar. Sinergi antara kepolisian, perusahaan, pemadam kebakaran, dan unsur terkait diperlukan untuk mencegah api meluas.

“Kecepatan bertindak dan sinergi lintas sektoral di lapangan sangat krusial agar titik api, terutama pada skala luasan 9 hektare di areal PT MBJ, dapat segera dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat luas,” ujar Kombes Pol Ridwan Raja Dewa.

Tim gabungan juga memberikan pemahaman mengenai ancaman sanksi pidana kepada masyarakat yang melakukan pembakaran hutan dan lahan. Warga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan titik api kepada petugas.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan Operasi Aman Nusa II terus mengoptimalkan sumber daya untuk mempercepat mitigasi dan penanganan Karhutla. Upaya tersebut diarahkan untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan dari dampak kebakaran.

“Kami memastikan seluruh rangkaian operasi mitigasi dan penanggulangan Karhutla berjalan maksimal di lapangan demi memberikan rasa aman, melindungi keselamatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Polda Sumsel bersama jajaran akan terus memperkuat patroli dan kesiapsiagaan personel di wilayah rawan Karhutla. Pemantauan titik rawan, edukasi masyarakat, dan koordinasi lintas sektor juga diperkuat untuk mencegah kebakaran meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....