Monumen Juang Polisi Sumsel Rekam Perjuangan sejak Kemerdekaan

  • 29 Agt 2026 08:31 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Polda Sumsel memulai pembangunan Monumen Juang Polisi sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan pengabdian para pendahulu.
  • Monumen akan memuat sejarah perjalanan kepolisian Sumatera Selatan, termasuk perjuangan kemerdekaan dan Pertempuran Lima Hari Lima Malam.
  • Monumen ditargetkan selesai Oktober 2026 dan diharapkan menjadi sarana edukasi serta inspirasi bagi personel Polri dan masyarakat.

RRI.CO.ID,Palembang - Polda Sumatera Selatan memulai pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan untuk merawat sejarah perjuangan kepolisian. Monumen tersebut juga menjadi penghormatan atas pengabdian para pendahulu serta warisan nilai bagi generasi penerus Polri.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho melakukan peletakan batu pertama di lingkungan Mapolda Sumsel, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang Polri.

Kapolda didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan Eka Sandi Nugroho, Wakapolda Sumsel, serta jajaran Pejabat Utama. Pembangunan monumen menandai upaya mendokumentasikan perjalanan panjang kepolisian di Sumatera Selatan.

Monumen tersebut dirancang sebagai ruang ingatan yang merekam perjalanan polisi sejak masa perjuangan kemerdekaan. Relief juga akan menggambarkan perkembangan pengabdian Polri kepada masyarakat hingga era Presisi saat ini.

Lima tema utama akan menghiasi relief monumen tersebut untuk menggambarkan perjalanan kepolisian secara berkesinambungan. Tema itu meliputi masa penjajahan, pengibaran Merah Putih, perjuangan kemerdekaan, perkembangan Polda Sumsel, dan pengabdian Polri masa kini.

Salah satu peristiwa yang diabadikan adalah pengibaran Bendera Merah Putih di Kantor Polisi 10 Ulu Palembang. Peristiwa akhir Agustus 1945 itu diikuti sekitar 100 anggota polisi yang menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia.

Pengalaman perjuangan polisi bersama tentara, laskar, dan rakyat juga menjadi bagian dari cerita relief. Monumen akan merekam Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang pada 1-5 Januari 1947.

Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajat Hariwibowo mengatakan penyusunan materi sejarah dilakukan berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Tim pelaksana menggali berbagai dokumen untuk memastikan monumen memiliki dasar sejarah yang kuat.

“Materi sejarah disusun dengan mengacu pada arsip dan dokumen kepolisian, literatur sejarah, dokumentasi foto dan media, serta keterangan keluarga maupun ahli waris pelaku sejarah,” ujar Kombes Pol Sudrajat Hariwibowo.

Pengrajin dari Boyolali akan mengerjakan relief menggunakan plat tembaga premium dengan berat sekitar 360 kilogram. Material tersebut dipilih untuk menghasilkan detail ukiran yang maksimal serta menjaga kekuatan monumen dalam jangka panjang.

Polda Sumsel menargetkan pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan rampung pada Oktober 2026. Setelah selesai, monumen akan menjadi bagian dari ruang pembelajaran mengenai perjalanan kepolisian di Bumi Sriwijaya.

Relief juga akan menampilkan berbagai bentuk pengabdian Polda Sumsel pada era Presisi. Gambaran tersebut mencakup pelayanan publik, ketahanan pangan, bantuan sosial, air bersih, infrastruktur, dan sinergi Forkopimda.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan monumen menjadi pengingat bagi generasi Polri. Menurutnya, pengabdian saat ini merupakan kelanjutan dari perjuangan yang telah dilakukan para pendahulu.

“Monumen ini bukan hanya untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga untuk menghidupkan nilai perjuangan itu dalam setiap pelaksanaan tugas,” kata Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

“Generasi Polri saat ini harus menjaga warisan tersebut melalui integritas, profesionalisme, prestasi, dan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Monumen tersebut mengusung semangat “Merawat Ingatan, Menghormati Pengabdian, dan Mewariskan Nilai Perjuangan” bagi generasi berikutnya. Polda Sumsel berharap monumen menjadi sarana edukasi bagi personel, generasi muda, dan masyarakat.

Pembangunan tersebut diharapkan menjaga nilai keberanian, pengorbanan, kesetiaan kepada NKRI, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai tersebut diharapkan terus menginspirasi generasi penerus untuk memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....