Tujuh Ton Sampah Diangkut dari Aksi Bersih Sungai Musi Palembang
- 28 Jul 2026 06:10 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Komunitas The Guardians of the River berhasil mengumpulkan tujuh ton sampah dari Sungai Musi di kawasan Kampung Kapitan, Palembang pada Sabtu, 25 Juli 2026.
- Aksi bersih-bersih sungai melibatkan kolaborasi komunitas dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang dengan menggunakan tiga truk untuk mengangkut sampah.
- Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Musi secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Palembang - Aksi bersih-bersih Sungai Musi bertajuk The Guardians of the River di kawasan Kampung Kapitan, Palembang, Sabtu, 25 Juli 2026, tidak hanya berfokus mengangkut sampah. Kegiatan yang digagas kolaborasi komunitas tersebut juga menjadi langkah awal membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai secara berkelanjutan.
Aksi bersih-bersih Sungai Musi berhasil mengumpulkan sekitar tujuh ton sampah dari tepian sungai. Sampah tersebut kemudian diangkut menggunakan tiga truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang.
Penggagas kegiatan, Rere dari Komunitas Jejak Rasa, mengatakan, aksi ini berawal dari keprihatinan saat mengikuti perjalanan wisata kuliner menyusuri Sungai Musi. Menurutnya, setiap kali singgah di kawasan Kampung Pempek dan melintasi dermaga Kampung Kapitan, tumpukan sampah selalu terlihat dan jumlahnya terus bertambah.
"Awalnya dari Jejak Rasa yang sering menyusuri Sungai Musi, kami melihat sampah terus ada setiap datang ke sana. Dari situ kemudian Kak Hafiz dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Sumsel mengajak kami membuat gerakan ini," ujarnya.
Rere mengatakan, kegiatan tersebut tidak akan berhenti pada aksi bersih-bersih. Bersama pemerintah dan berbagai pihak, panitia berencana melaksanakan edukasi kepada masyarakat serta menggelar kegiatan serupa di titik lain di sepanjang Sungai Musi.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai UMKM, perusahaan, serta instansi pemerintah yang membantu penyediaan perlengkapan, konsumsi, hingga kebutuhan peserta selama kegiatan berlangsung.
"Target kami bukan hanya membersihkan hari ini, tetapi bagaimana setelah ini ada solusi dan gerakan berkelanjutan agar sungai tetap bersih," katanya.
Semangat menjaga lingkungan juga terlihat dari kehadiran keluarga yang mengajak anak-anak mengikuti kegiatan tersebut. Salah seorang peserta, Devi Oktaria, mengaku mengetahui informasi kegiatan melalui media sosial Instagram.
Ia bersama sembilan anggota Duta Wisata mengikuti aksi bersih sungai sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan.
"Kami ingin menanamkan kepada anak-anak sejak dini agar terbiasa hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan," ujar Devi.
Antusiasme serupa ditunjukkan Intan, remaja asal Kertapati yang datang bersama dua sahabatnya. Mereka tampak aktif memungut dan mengumpulkan sampah di tepian Sungai Musi.
Intan mengaku senang dapat berkontribusi menciptakan Sungai Musi yang lebih bersih dan nyaman. Ia berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan sehingga semakin banyak remaja yang terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kota Palembang.
Sementara itu, menurut Muhammad Hafiz Alfurqon atau Dagu Cokelat menjelaskan, lokasi perdana yang dipilih adalah kawasan Kampung Kapitan karena saat kondisi air surut terlihat banyak sampah yang mengendap di tepian Sungai Musi.
“Awalnya panitia hanya menargetkan 100 peserta. Namun setelah ajakan dipublikasikan melalui media sosial, jumlah pendaftar melonjak hingga hampir 1.000 orang. Panitia lalu membatasi jumlah peserta sekitar 350 orang karena mempertimbangkan kapasitas lokasi agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” jelas Hafiz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....