Sebanyak 1.177 Pekebun OKU Ikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit
- 27 Agt 2026 00:40 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Sebanyak 177 pekebun dari Kabupaten Ogan Komering Ulu mengikuti pelatihan budi daya kelapa sawit dalam rangka pengembangan sumber daya manusia perkebunan tahun 2026.
- Pelatihan berlangsung selama enam hari, dari 26 hingga 31 Agustus 2026 di Palembang dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati OKU Marjito Bachri.
- Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan, dan IPB Training untuk meningkatkan kompetensi pekebun.
RRI.CO.ID, Palembang - Sebanyak 177 pekebun dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengikuti Pelatihan Budi Daya dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 di Palembang, Rabu, 26 Agustus 2026.
Pelatihan yang berlangsung pada 26–31 Agustus 2026 tersebut dibuka Wakil Bupati OKU, Marjito Bachri. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan, dan IPB Training.
Marjito mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten OKU. Menurutnya, potensi lahan dan komoditas harus didukung kemampuan pekebun dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat.
“Pelatihan ini jangan hanya berhenti pada kegiatan belajar di dalam ruangan. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh harus benar-benar diterapkan di kebun, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Marjito.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan serta keterampilan di bidang perkebunan kelapa sawit.
Materi yang diberikan mencakup regulasi dan kebijakan budidaya kelapa sawit, persiapan benih dan bahan tanaman, persiapan lahan, penanaman pada lahan mineral, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, pemupukan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM), serta pengendalian hama dan penyakit
Marjito juga mendorong peserta aktif berdiskusi dengan narasumber yang berasal dari unsur akademisi, pemerintah dan praktisi perkebunan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara langsung untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan kebun.
Menurutnya, peningkatan kompetensi pekebun diperlukan untuk mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas hasil perkebunan kelapa sawit di OKU.
“Pemerintah Kabupaten OKU tentu menyambut baik dan mendukung program peningkatan kapasitas SDM seperti ini. Harapannya, para peserta nantinya dapat menjadi sumber pengetahuan bagi pekebun lainnya dan membawa perubahan positif bagi perkebunan kelapa sawit di OKU,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....