Menteri Koperasi Dorong Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi

  • 13 Agt 2026 15:26 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Musi Banyuasin – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, menghadiri Seminar Nasional Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi yang digelar di Gedung Opproom Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum penguatan koperasi sebagai penggerak hilirisasi komoditas sawit sekaligus upaya meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Seminar diikuti sekitar 800 peserta dari 16 provinsi di Indonesia. Peserta terdiri atas koperasi sawit, petani dan pelaku perkebunan, badan usaha milik negara, serta kementerian dan lembaga terkait.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Direktur Utama PT. Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani, Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet, Wakil Bupati Muba Rohman Husen, serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah dan organisasi perangkat daerah.

Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet menyambut baik dipilihnya Muba sebagai lokasi seminar nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama pemerintah, koperasi, petani, dan pelaku industri dalam mengembangkan sektor sawit.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Muba, kami menyambut baik kehadiran Menteri Koperasi," ujar Toha.

Ia mengatakan, pengembangan koperasi tidak cukup hanya sebagai wadah petani, tetapi harus mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mengelola produksi hingga pengolahan. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus memperbesar manfaat ekonomi yang diterima masyarakat.

"Kita ingin koperasi naik kelas dan mampu mengelola produksi hingga pengolahan," katanya.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono mengatakan koperasi sawit perlu mengintegrasikan kegiatan dari sektor hulu hingga hilir. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi petani dalam rantai usaha perkebunan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

"Seminar ini membuktikan koperasi dapat memberikan manfaat lebih besar bagi petani sawit," kata Ferry.

Menurut Ferry, model hilirisasi berbasis koperasi akan diuji melalui berbagai aspek, mulai dari hukum, sosial, teknis, lingkungan, hingga komersial. Model yang dinilai berhasil selanjutnya dapat dikembangkan dan diterapkan di daerah lain.

Peresmian pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin juga dinilai menjadi salah satu contoh pengembangan hilirisasi sawit melalui koperasi. Pemerintah berharap keberadaan industri pengolahan dapat memperkuat keterhubungan antara petani, koperasi, dan sektor industri.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menilai potensi perkebunan sawit yang besar perlu diikuti penguatan kelembagaan koperasi dan pengembangan industri hilir. Dengan demikian, komoditas sawit tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.

Seminar nasional tersebut diharapkan menghasilkan gagasan dan langkah konkret untuk membangun ekosistem sawit berbasis koperasi. Sinergi antara pemerintah, koperasi, petani, dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam mendorong hilirisasi yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....