Lahan Semi Gambut Seluas 15 Hektare di Pulau Semambu Hangus Terbakar

  • 26 Agt 2026 07:45 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Polres Ogan Ilir bersama tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Desa Pulau Semambu, Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir pada Senin 24 Agustus 2026.
  • Kebakaran melanda lahan semi gambut dengan luas total sekitar 15 hektare, dan hingga pukul 15.30 WIB enam hektare telah berhasil dipadamkan.
  • Sejumlah titik masih mengeluarkan api dan kepulan asap putih sehingga petugas terus melakukan operasi pemadaman dan pendinginan untuk mencegah perluasan area kebakaran.

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Polres Ogan Ilir bersama tim gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Senin, 24 Agustus 2026. Kebakaran melanda lahan semi gambut dengan luas sekitar 15 hektare.

Kapolsek Indralaya, IPTU Rangga Saputra, melaporkan, hingga pukul 15.30 WIB, sekitar enam hektare lahan yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan api dan kepulan asap putih sehingga petugas tetap melakukan pemadaman dan pendinginan.

Penanganan melibatkan personel Polri melalui Posko Karhutla Polsek Indralaya dan Polres Ogan Ilir, bersama BPBD, TNI, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa, serta Bhabinkamtibmas. Seluruh unsur bergerak secara terpadu untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Kondisi lahan semi gambut menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Keterbatasan sumber air dan karakteristik medan membuat petugas harus menerapkan strategi khusus, termasuk melakukan pemadaman dan pendinginan secara bertahap pada area yang berpotensi kembali terbakar.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan, sinergi lintas instansi terus diperkuat untuk mempercepat penanganan Karhutla. Menurutnya, seluruh personel di lapangan bekerja bersama untuk memastikan titik api dapat segera dikendalikan.

“Penanganan akan terus dilakukan sampai kondisi di lapangan benar-benar terkendali. Selain pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan dan pendalaman untuk mengetahui fakta serta penyebab kebakaran,” ujar Nandang.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penelusuran dan kepolisian belum menyimpulkan adanya unsur kesengajaan. Polda Sumsel mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memicu Karhutla serta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas atau posko penanganan terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....