Karhutla di Lahan PT Mitra Ogan Mendekati Pemukiman Warga

  • 03 Okt 2026 06:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan lahan Mitra Ogan, Desa Lumpatan I, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin sejak Jumat, 2 Oktober 2026.
  • Kobaran api telah berlangsung beberapa hari dan semakin mendekati permukiman warga di sekitar lokasi kebakaran.
  • Kebakaran dipantau melalui titik panas atau hotspot satelit yang menunjukkan area hutan dan semak belukar sedang terbakar.

RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan lahan Mitra Ogan, Desa Lumpatan I, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat, 2 Oktober 2026. Kebakaran dilaporkan telah berlangsung beberapa hari dan kobaran api semakin mendekati permukiman warga.

Kalaksa BPBD Musi Banyuasin, Marko Susanto melalui Staf Pusdalops sekaligus Humas BPBD Musi Banyuasin, Rivo Handoko, mengatakan kebakaran juga terpantau melalui titik panas atau hotspot satelit. Lokasi yang terbakar berupa kawasan hutan dan semak belukar.

Berdasarkan pemantauan satelit SNPP/VIIRS, titik panas terdeteksi di wilayah Desa Lumpatan I. BPBD kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

"Tim langsung melakukan pengecekan setelah mendapat informasi kebakaran," kata Rivo.

Tim Posko Induk Sekayu berkoordinasi dengan Koramil Sekayu untuk menuju lokasi. Setibanya di lapangan, petugas bergabung dengan tim perusahaan dan warga untuk melakukan pemadaman.

Upaya pemadaman dilakukan menggunakan sarana dan prasarana milik PT IAM. Sebanyak dua personel TNI, dua personel BPBD, 11 personel PT IAM, tiga personel PT Mitra Ogan, serta perangkat desa dan warga terlibat dalam penanganan.

"Pemadaman dilakukan bersama perusahaan dan dibantu warga setempat," ujarnya.

BPBD mencatat luas lahan yang terdampak kebakaran sekitar 10 hektare. Hingga pemadaman dan pendinginan selesai pada sekitar pukul 18.00 WIB, petugas berhasil menangani sekitar lima hektare lahan.

Petugas menggunakan satu unit mesin Sibahura dan empat unit mesin Honda, serta sejumlah selang dan nosel untuk mendukung proses pemadaman. Namun, penanganan di lapangan menghadapi kendala karena tidak tersedia akses kendaraan roda empat menuju lokasi.

Selain itu, lokasi kebakaran berada di seberang Sungai Musi sehingga mobilisasi personel dan peralatan membutuhkan penanganan khusus. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi tim dalam mempercepat proses pemadaman.

Hingga petang, sebagian kawasan masih mengeluarkan asap meskipun proses pemadaman dan pendinginan telah dilakukan. Tim kemudian kembali ke posko setelah kegiatan penanganan dihentikan sementara.

Penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui. BPBD bersama unsur terkait melakukan pendataan dan dokumentasi sebagai bagian dari penanganan kejadian tersebut.

Petugas terus memantau perkembangan kondisi lahan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Pemantauan diperlukan mengingat lokasi kebakaran sebelumnya dilaporkan semakin mendekati permukiman warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....