Karhutla Mengancam, Pemkot Palembang Perkuat Posko Kecamatan
- 24 Agt 2026 12:46 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Kota Palembang menggelar rapat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap pada Senin, 24 Agustus 2026 di Rumah Dinas Wali Kota.
- Wali Kota Palembang Ratu Dewa memimpin rapat yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengampu, dan camat untuk memperkuat penanganan potensi kebakaran.
- Berdasarkan pemetaan, wilayah dengan potensi kebakaran tertinggi berada di Alang-Alang Lebar, Gandus, Ilir Barat I, dan Kertapati yang memerlukan penanganan prioritas.
RRI.CO.ID, Palembang - Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan diperkuat di empat wilayah rawan. Keempat wilayah tersebut meliputi Alang-Alang Lebar, Gandus, Ilir Barat I, dan Kertapati.
Ratu Dewa menyampaikan arahan tersebut saat memimpin rapat penanggulangan karhutla dan kabut asap di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Senin, 24 Agustus 2026. Rapat tersebut melibatkan OPD, pengampu program, serta seluruh camat di Kota Palembang.
“Rapat ini berkaitan dengan penanggulangan potensi kebakaran lahan di Palembang. Peringkat tertinggi berada di Alang-Alang Lebar, Gandus, Ilir Barat I, dan Kertapati,” ujar Ratu Dewa.
Ratu Dewa menilai posko penanggulangan karhutla di tingkat kecamatan belum berjalan optimal. Ia juga meminta sinkronisasi data antara BPBD dan kecamatan diperbaiki untuk memastikan penanganan lebih tepat.

Menurut Ratu Dewa, validasi data penting untuk menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan segera. Koordinasi antarpihak juga harus diperkuat untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran lahan.
Selain penanganan karhutla, Ratu Dewa meminta Dinas Kesehatan mengoptimalkan posko kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap. Posko tersebut diminta beroperasi selama 24 jam agar warga yang mengalami ISPA dapat segera memperoleh penanganan.
“Posko Dinas Kesehatan juga harus optimal sehingga ketika masyarakat terdampak ISPA, petugas langsung bergerak. Saya minta posko kesehatan siaga selama 24 jam,” katanya.
Pemkot Palembang juga menyiapkan langkah menghadapi dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Ratu Dewa meminta PDAM menyiagakan armada tangki untuk memasok air ke kawasan yang membutuhkan.
Pemkot Palembang akan mengoptimalkan armada tangki Dinas Perkimtan serta meminta dukungan armada dari TNI. Langkah tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat selama kondisi kekeringan.
Ratu Dewa juga meminta Dinas Pertanian berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan balai terkait. Koordinasi tersebut diperlukan untuk menangani lahan sawah yang mengalami kekeringan.
“Untuk mengatasi kekeringan, saya minta PDAM segera menyuplai air menggunakan tangki. Termasuk lahan yang kekeringan, Dinas Pertanian harus berkoordinasi dengan provinsi dan balai terkait agar kegiatan bercocok tanam tetap berjalan,” tuturnya.
Pemerintah Kota Palembang akan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi karhutla, kabut asap, dan kekeringan. Langkah tersebut diharapkan mempercepat penanganan sekaligus melindungi kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....