ISPU Palembang Capai 195, Wali Kota Palembang Ratu Dewa Bagikan 10 Ribu Masker

  • 23 Agt 2026 22:42 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • ISPU Palembang mencapai 195 dan masuk kategori tidak sehat, meningkat 80 poin dibandingkan hari sebelumnya.
  • Sebanyak 9.313 kasus ISPA tercatat di Palembang selama 1-21 Agustus 2026.
  • Pemkot Palembang menyiapkan 10 ribu masker serta meningkatkan kesiapsiagaan puskesmas menghadapi dampak kabut asap.

RRI.CO.ID, Palembang - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Palembang mencapai 195 dan masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap. Wali Kota Palembang Ratu Dewa merespons kondisi tersebut dengan menyiapkan 10 ribu masker bagi masyarakat.

Pembagian masker dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, mulai pukul 06.30 WIB. Pemkot Palembang akan memusatkan pembagian di sejumlah lampu merah dan kantor kecamatan.

“Pembagian masker akan kita pusatkan di titik lampu merah dan kantor kecamatan se-Kota Palembang,” ujarnya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Ratu Dewa mengatakan angka ISPU tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Nilai ISPU sebelumnya tercatat 115 atau naik 80 poin dalam satu hari.

“Kenaikan ini jelas merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah,” katanya.

Kabut asap selimuti wilayah Borang, Kota Palembang, Minggu, 23 Agustus 2026. (Foto: RRI/Agrani)

Dampak kabut asap juga mulai terlihat pada kondisi kesehatan masyarakat Palembang. Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 9.313 kasus ISPA selama periode 1 hingga 21 Agustus 2026.

Kondisi tersebut mendorong Pemkot Palembang meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap paparan kabut asap. Ratu Dewa meminta warga mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus bepergian.

“Kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker jika harus keluar. Masyarakat juga perlu memperbanyak minum air putih,” tuturnya.

Ratu Dewa juga menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan milik Pemkot Palembang meningkatkan kesiapsiagaan. Warga yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera mendatangi puskesmas terdekat.

“Apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan,” ujarnya.

Pemkot Palembang memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak polusi udara. Kelompok tersebut meliputi lansia, ibu hamil, balita, serta penderita asma, penyakit jantung, diabetes, dan tuberkulosis paru.

Ratu Dewa meminta Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas melakukan pemantauan secara aktif di tengah kondisi kabut asap. Pemantauan mencakup pembagian masker, kunjungan rumah, serta penyediaan ruang perawatan sementara.

Ruang perawatan sementara disiapkan bagi warga yang kondisi rumahnya tidak memungkinkan untuk menjalani perawatan secara mandiri. Pemerintah juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap.

“Ini bukan sekadar asap biasa, tetapi menyangkut kesehatan ribuan warga. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap aman dan terlindungi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....