Kualitas Udara Palembang Menurun Wawako Imbau Gunakan Masker
- 20 Agt 2026 15:59 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang- Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Prima Salam mengimbau agar masyarakat menjaga kesehatan dan mulai menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Hal ini menyusul kualitas udara di Palembang mulai menurun akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).
“Jaga Kesehatan, gunakan masker karena memang cuaca saat ini sedang panas akibat musim kemarau Panjang. Saya pun mulai terasa udara dari asap karhutla saat ini,” ungkap Prima Salam usai kegiatan Penurunan Bendera Merah Putih dalam HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.
Berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukan konsentrasi partikel terhirup PM2,5 masih berada 108 ug/m⊃3 pada Rabu 19 Agustus 2026. Sesuai Peraturan Menteri LHK No. P.14 Tahun 2020, nilai ISPU berada pada rentang 101–200 masuk dalam kategori Tidak Sehat.
Menurut Prima Salam kondisi Karhutla di Sumsel semakin meluas akibatnya asap karhutla semakin meningkat termasuk menyelimuti kota Palembang. Prima Salam pun mengakui udara di Palembang akibat asap karhutla semakin terasa.
Selain asap yang berasal dari beberapa wilayah di Sumsel masuk Kota Palembang, Karhutla juga terjadi diibu kota Propinsi ini. Tercatat Karhutla sempat terjadi di Kelurahan Karya Jaya Kecamatan Kertapati awal Agustus lalu, sementara Kecamatan Ilir Barat Satu dan Sematang Borang menjadi titik rawan terjadi karhutla.
Menurut Wawako pihaknya telah mempersiapkan anggaran penanganan karhutla di Kota Palembang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palembang. Bahkan anggaran tersebut akan dimaksimalkan jika dibutuhkan penanganan yang terus berlanjut.
“Sekarang kita sedang menyusun penanganann bersama wilayah Kabupaten sekitar Kabupaten Ogan Ilir termasuk Pemerintah Propinsi Sumsel. Bahkan kita sudah anggaran melalui BPBD untuk melaksanakan penanganan,” katanya.
Ditanya soal libur siswa sekolah, Wawako menjelaskan belum dapat dipastikan dan masih menunggu situasi asap karhutla yang terjadi. “ Belum tahu itu kedepannya bagaimana, kita masih memantau situasi kondisi kualitas udara,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....