Karnaval Budaya OKI Semarak Kemerdekaan Rayakan Keberagaman, Geliatkan Ekonomi

  • 20 Agt 2026 14:26 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Ribuan warga memadati Karnaval Budaya OKI di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dalam rangka perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Acara karnaval menampilkan beragam pakaian adat, kesenian, musik, tarian, dan pertunjukan teatrikal dari berbagai daerah di seluruh Nusantara.
  • Peserta karnaval berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD, TK, hingga SMA, MA, dan SMK, serta melibatkan perwakilan kecamatan, perangkat daerah, komunitas, dan masyarakat umum.

RRI.CO.ID, OKI - Ribuan warga memadati jalan-jalan di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menyaksikan Karnaval Budaya OKI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam pakaian adat, kesenian, musik, tarian hingga pertunjukan teatrikal dari berbagai daerah di Nusantara ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Karnaval budaya ini melibatkan ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD dan TK hingga SMA, MA dan SMK. Perwakilan kecamatan, perangkat daerah, komunitas, paguyuban Nusantara serta masyarakat umum turut ambil bagian dengan membawa identitas budaya masing-masing.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan keberagaman yang ditampilkan dalam karnaval merupakan gambaran kehidupan masyarakat OKI. Menurutnya, keberagaman suku, etnis dan agama menjadi kekuatan yang harus terus dirawat melalui kegiatan yang memperkuat persatuan dan kebersamaan.

“Karnaval ini menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan kita. OKI merupakan rumah bagi berbagai suku, etnis dan agama. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin terus merawat persatuan dan kebersamaan,” kata Muchendi. Rabu, 19 Agustus 2026.

Selain memperkuat nilai kebudayaan, karnaval juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kerumunan warga di sepanjang rute menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menawarkan berbagai produk kepada pengunjung.

Menurut Muchendi, geliat ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dari perayaan kemerdekaan. Ribuan warga yang hadir memberikan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan selama kegiatan berlangsung.

Karnaval dimulai dari Lapangan Hatta, Kelurahan Sidakersa dan berakhir di kawasan Dinas Sosial, Kelurahan Sukadana. Khusus peserta PAUD dan TK, rute dibuat lebih pendek, yakni dari Lapangan Hatta hingga TK Bhayangkari Kayuagung.

Antusiasme masyarakat terlihat di sepanjang jalur karnaval. Warga mengabadikan peserta menggunakan telepon seluler, sementara anak-anak tampak antusias menyaksikan peserta berjalan, menari dan memainkan berbagai alat musik.

Peserta menampilkan beragam budaya, di antaranya Minangkabau, Jawa, Sunda, Sumatera Utara, Bali, Madura, Banten hingga Lombok. Pakaian adat dipadukan dengan ornamen khas daerah, tarian, musik dan pertunjukan teatrikal sehingga menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

Sementara itu, Rina salah seorang warga yang datang bersama keluarganya, karnaval bukan hanya menjadi hiburan tetapi juga menjadi sarana mengenal budaya dari berbagai daerah. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman Indonesia secara langsung.

“Ramai sekali. Anak-anak juga senang melihat kostum yang berbeda-beda. Selain hiburan, kita jadi bisa mengenal budaya daerah lain tanpa harus pergi jauh,” kata Rina.

Salah seorang peserta, Dimas (17) mengatakan keikutsertaannya dalam karnaval menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat. Dengan mengenakan pakaian adat Minangkabau lengkap dengan penutup kepala dan ornamen khas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia itu beragam dan semuanya menarik untuk dikenalkan,” ujar Dimas. Ia berharap keberagaman budaya Indonesia terus dikenal dan dilestarikan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....