Festival Bidar Palembang Jadi Penjaga Warisan Budaya Sumsel

  • 19 Agt 2026 11:25 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Festival Perahu Bidar yang diselenggarakan Pemerintah Kota Palembang di Plaza 7 Ulu menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, festival tersebut memiliki makna luas sebagai cara menjaga seni dan budaya masyarakat yang telah diwariskan lintas generasi.
  • Lomba perahu bidar telah menjadi tradisi yang terus hidup dan dilaksanakan secara rutin, dikenal oleh masyarakat Palembang sejak puluhan tahun lalu.

RRI.CO.ID, Palembang - Festival Perahu Bidar 2026 yang digelar Pemerintah Kota Palembang yang berlokasi di Plaza 7 Ulu, kembali menjadi bagian dari kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas karena menjadi salah satu cara menjaga seni dan budaya masyarakat yang telah diwariskan lintas generasi.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Apriyadi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palembang beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival. Lomba perahu bidar disebut telah menjadi tradisi yang terus hidup dan dilaksanakan secara rutin, bahkan telah dikenal masyarakat Palembang sejak puluhan tahun lalu.

"Keberadaan bidar tidak dapat dilepaskan dari karakter Sumatera Selatan sebagai wilayah yang memiliki banyak sungai. Sungai Musi dan anak-anak sungainya dahulu menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan tepian sungai," ujar Apriyadi. Senin 17 Agustus 2026.

Pada masa lalu, perahu memiliki fungsi penting sebagai alat transportasi sekaligus penunjang aktivitas perekonomian. Masyarakat memanfaatkannya untuk membawa barang, melakukan perjalanan, serta menjalankan transaksi perdagangan. Karena itu, perahu bidar menyimpan bagian dari sejarah kehidupan masyarakat Sumatera Selatan.

Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi perlombaan yang rutin digelar, terutama dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. Tidak hanya di Palembang, kegiatan serupa juga disebut berlangsung di sejumlah kabupaten, kota hingga desa di Sumatera Selatan pada momentum sekitar 17 Agustus.

Pemprov Sumsel menilai keberlanjutan tradisi bidar menjadi penting di tengah perkembangan zaman. Lomba tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal kembali budaya daerah sekaligus memahami hubungan erat antara masyarakat Sumatera Selatan dengan sungai sebagai bagian dari sejarah kehidupan mereka.

Di sisi lain, festival bidar juga dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan potensi pariwisata daerah. Kekayaan budaya tersebut dapat dipadukan dengan wisata kuliner, wisata religi serta berbagai destinasi lain sehingga kunjungan wisatawan ke Sumatera Selatan tidak berhenti pada satu kegiatan saja.

Pemprov Sumsel berharap Festival Perahu Bidar terus berkembang dengan inovasi baru tanpa kehilangan akar tradisinya. Dengan dukungan Pemerintah Kota Palembang, pelaku usaha dan sektor pariwisata, bidar diharapkan bukan hanya menjadi perlombaan tahunan, tetapi juga simbol identitas budaya yang mampu menggerakkan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....