TAS Wong Kito Perkuat Perlindungan Anak di Palembang

  • 12 Agt 2026 23:59 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemkot Palembang meluncurkan TAS “Wong Kito” untuk memperkuat perlindungan, pengasuhan, dan pemenuhan hak anak usia dini.
  • TAS menjadi ruang aman bagi anak untuk memperoleh pengasuhan, stimulasi, bermain, belajar, dan mengembangkan potensi.
  • Dewi Sastrani mendorong kolaborasi pemerintah, keluarga, masyarakat, dan dunia pendidikan untuk memperkuat perlindungan anak.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang memperkuat perlindungan dan pengasuhan anak melalui peluncuran Taman Anak Sejahtera atau TAS “Wong Kito”, Selasa, 11 Agustus 2026. Fasilitas ini menyasar anak usia tiga hingga empat tahun yang berada pada fase penting pertumbuhan dan perkembangan.

Bunda Literasi Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa mengatakan TAS “Wong Kito” menjadi bentuk nyata kolaborasi pemerintah dan berbagai pihak dalam memenuhi hak anak. “Kita ingin memastikan anak mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, terlindungi, serta mendukung tumbuh kembang mereka sejak usia dini,” ujarnya.

Dewi menilai kebutuhan anak tidak berhenti pada pendidikan formal, tetapi juga mencakup pengasuhan, perlindungan, stimulasi, dan lingkungan sosial yang mendukung. Menurutnya, keluarga, pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan memiliki tanggung jawab bersama dalam menyiapkan kualitas generasi masa depan.

Momentum Hari Anak Nasional 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. “Menyayangi anak tidak cukup hanya memberikan kasih sayang, tetapi juga memastikan hak mereka terpenuhi dan memberikan ruang untuk tumbuh serta berkembang,” katanya.

Keberadaan TAS “Wong Kito” diharapkan membantu orang tua yang memiliki aktivitas dan tanggung jawab di luar rumah. Fasilitas tersebut juga diarahkan menjadi ruang bagi anak untuk belajar, bermain, bersosialisasi, memperoleh stimulasi, dan mengembangkan potensi secara aman.

Dewi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, khususnya Sentra “Budi Perkasa” Palembang, atas dukungan dalam menghadirkan TAS tersebut. Ia berharap kolaborasi serupa terus diperkuat agar layanan perlindungan dan pengasuhan anak semakin menjangkau masyarakat.

Berdasarkan data BPS Kota Palembang, tahun ajaran 2024/2025 terdapat 977 sekolah dengan lebih dari 362 ribu peserta didik dan sekitar 21 ribu guru. Besarnya populasi anak tersebut menjadi potensi sekaligus tanggung jawab pemerintah dan masyarakat untuk memastikan generasi penerus tumbuh sehat, mandiri, dan berkarakter.

Dewi mengatakan perkembangan anak pada usia dini membutuhkan perhatian yang konsisten karena kemampuan dasar berkembang sangat pesat pada fase tersebut. “Pola pengasuhan, stimulasi, perlindungan, dan lingkungan yang diberikan sejak dini merupakan investasi penting untuk membentuk karakter dan kemampuan anak di masa depan,” tuturnya.

Karena itu, Dewi mendorong TP PKK, Bunda PAUD, pendamping, pengasuh, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan memperkuat sinergi. “Kita berharap TAS Wong Kito tidak hanya menjadi tempat pengasuhan, tetapi juga ruang yang membuat anak merasa aman, nyaman, dan memiliki kesempatan untuk berkembang,” pungkasnya.

Peluncuran TAS “Wong Kito” menjadi bagian dari upaya Kota Palembang memperkuat pemenuhan hak anak sekaligus membangun lingkungan yang ramah anak. Pemerintah berharap fasilitas tersebut memberikan manfaat berkelanjutan bagi anak dan keluarga serta mendukung lahirnya generasi yang sehat, percaya diri, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....