Bukan Pungli, Video Polisi Bawa Kardus Ternyata Berisi Makanan untuk Pengendara

  • 09 Agt 2026 20:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Aksi pembagian dilakukan di Simpang Talang Buluh/Semuntul Km 18, Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, mulai pukul 16.00 WIB.
  • Kegiatan ini sekaligus meluruskan informasi terkait video personel kepolisian membawa kardus yang sebelumnya beredar di media sosial.
  • Satlantas Polres Banyuasin membagikan makanan ringan dan air mineral secara gratis kepada pengendara yang terjebak kemacetan di Jalan Lintas Timur Palembang-Betung pada Selasa 4 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Banyuasin - Narasi negatif yang sempat meluncur liar di media sosial mengenai aksi personel kepolisian membawa kardus di tengah kemacetan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung akhirnya patah. Kardus cokelat yang disangka wadah pungutan liar tersebut ternyata berisi bantuan makanan ringan dan air mineral gratis untuk para sopir yang kelelahan.

Aksi kepedulian di tengah merayapnya kendaraan itu berlangsung di kawasan Simpang Talang Buluh/Semuntul Km 18, Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Selasa, 4 Agustus 2026 mulai pukul 16.00 WIB.

Kasat Lantas Polres Banyuasin, AKP Sayyid Malik Ibrahim, menegaskan, pergerakan anggotanya di lapangan murni merespons kondisi psikologis para pengguna jalan yang terjebak deret kemacetan panjang.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak salah paham terhadap video yang beredar di media sosial. Kardus yang dibawa anggota kami berisi makanan dan air mineral gratis untuk dibagikan kepada pengemudi yang kelelahan akibat macet panjang. Ini merupakan bentuk kepedulian tulus kami," kata AKP Sayyid Malik Ibrahim.

Di bawah sengatan cuaca dan deru mesin kendaraan, penyaluran logistik darurat ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas bersama KBO Satlantas Iptu Eko Susilo. Di sela-sela membagikan bekal, petugas tetap melakukan rekayasa lalu lintas demi mengurai kemacetan.

Langkah responsif personel di lapangan mendapat perhatian penuh dari pimpinan institusi. Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, menilai pendekatan humanis seperti ini sangat dibutuhkan untuk meredam stres para pengendara di jalur lintas Sumatra yang rawan kepadatan.

"Kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum, tetapi juga kepedulian serta empati kepada pengguna jalan dalam situasi tertentu," ungkap Risnan.

Fenomena melencengnya narasi video viral ini menjadi pelajaran penting bagi publik dalam menyaring informasi digital. Kebiasaan menghakimi potongan video tanpa konfirmasi kerap memicu persepsi keliru di tengah masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, mengapresiasi respons cepat jajaran Polres Banyuasin yang langsung melakukan penanganan sekaligus klarifikasi terbuka di lokasi kejadian.

"Masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum mengetahui fakta sebenarnya. Pelayanan langsung dan klarifikasi yang dilakukan kepolisian menjadi upaya membangun komunikasi yang terbuka sekaligus menjaga kepercayaan publik," tegas Nandang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....