Harga Pangan Naik, Warga Sumsel Diimbau Tetap Berusaha dan Hemat

  • 09 Agt 2026 16:24 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kenaikan harga bahan pangan menjadi tantangan nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
  • Ustaz Muhammad Hanafi dari Pokjaluh Provinsi Sumatera Selatan menekankan pentingnya sikap mental yang kuat dan terus berikhtiar di tengah kesulitan ekonomi.
  • Pesan utama adalah masyarakat perlu tetap tenang, tidak mudah berputus asa, dan terus melakukan upaya keras untuk melewati kondisi ekonomi yang sulit.

RRI.CO.ID, Palembang - Kenaikan harga sejumlah bahan pangan membuat masyarakat harus lebih cermat mengatur pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah tekanan tersebut, masyarakat diingatkan agar tidak menyerah dan tetap mencari jalan keluar sesuai kemampuan.

Pokjaluh Provinsi Sumatera Selatan Ustaz Muhammad Hanafi mengatakan kondisi ekonomi yang sulit tidak boleh menghentikan masyarakat untuk berusaha. Menurutnya, ikhtiar perlu terus dilakukan sembari memperkuat doa dan ibadah.

"Jangan berhenti untuk bergerak, untuk berupaya, untuk berikhtiar dan terus berusaha," ujar Ustaz Hanafi dalam program Mutiara Pagi PRO 1 RRI Palembang, Jumat, 7 Agustus 2026.

Hanafi menjelaskan usaha menghadapi tekanan ekonomi perlu disertai kemampuan mengelola pengeluaran. Masyarakat dapat memprioritaskan kebutuhan utama dan menyesuaikan belanja dengan kondisi keuangan keluarga.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak larut dalam keluhan ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Menurutnya, keluhan tidak akan menyelesaikan persoalan sehingga langkah nyata perlu tetap dilakukan.

Selain mengatur keuangan, masyarakat yang memiliki kemampuan diharapkan tidak menutup mata terhadap kondisi orang lain. Kepedulian dan bantuan kepada warga yang mengalami kesulitan dapat menjadi penguat di tengah tekanan ekonomi.

Hanafi juga mengajak masyarakat mendoakan para pemimpin dan pemangku kebijakan agar menghasilkan keputusan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kebijakan yang tepat diperlukan agar tekanan harga tidak semakin membebani kelompok ekonomi rentan.

Kondisi ekonomi yang sulit juga dapat menjadi kesempatan bagi keluarga mengevaluasi pola pengelolaan keuangan. Masyarakat dapat memperkuat kebiasaan hidup hemat tanpa mengabaikan kebutuhan penting dan kualitas kehidupan keluarga.

Di sisi lain, Hanafi menilai ketahanan keluarga tidak hanya bergantung pada kemampuan ekonomi. Keimanan, ketenangan menghadapi masalah, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial juga menjadi modal menghadapi perubahan kondisi.

"Yang penting jangan berhenti berusaha dan jangan kehilangan harapan ketika menghadapi kesulitan," tuturnya.

Masyarakat diharapkan mampu menghadapi kenaikan harga pangan secara rasional dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan finansial. Sikap tersebut dapat membantu keluarga tetap bertahan sekaligus menjaga ketenangan di tengah perubahan ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....