Mendidik Anak Tanpa Marah, Pesan Ustaz Andi di Mutiara Pagi RRI

  • 26 Jul 2026 23:42 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kasih sayang dan keteladanan menjadi dasar utama pendidikan anak, bukan paksaan atau kekerasan dalam mendidik.
  • Al-Qur'an menjelaskan anak sebagai perhiasan, cobaan, musuh, maupun penyejuk hati, bergantung pada bagaimana orang tua menjalankan amanah.
  • Orang tua dianjurkan membiasakan ibadah bersama anak, membangun dialog yang hangat, serta memberikan teladan sejak usia dini.

RRI.CO.ID, Palembang - Pendidikan anak yang dibangun dengan kasih sayang dan keteladanan dinilai lebih efektif membentuk karakter serta akhlak mulia dibandingkan pendekatan yang mengedepankan kemarahan atau paksaan. Orang tua juga diingatkan untuk memahami setiap tahap perkembangan anak agar proses pengasuhan berjalan sesuai kebutuhannya.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Andi Irawan dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palembang, Sabtu, 25 Juli 2026, dengan tema "Mendidik Anak dengan Kasih Sayang". Menurutnya, masih banyak orang tua yang mendidik anak berdasarkan keinginan sendiri tanpa memperhatikan kondisi psikologis dan perkembangan anak.

"Masih banyak di masyarakat yang mendidik anak dengan kemauan sendiri tanpa kasih sayang. Padahal anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda dengan orang tua sehingga membutuhkan pendekatan yang tepat," ujarnya.

Ustaz Andi menjelaskan Al-Qur'an menggambarkan anak dalam berbagai kedudukan, mulai dari perhiasan, cobaan, hingga penyejuk hati bagi orang tua. Pemahaman tersebut menjadi pengingat bahwa mendidik anak merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, anak menjadi perhiasan karena merupakan anugerah yang dicintai setiap orang tua. Namun, anak juga menjadi cobaan karena orang tua diuji untuk mendidik dan membimbing mereka sesuai tuntunan agama.

Ia mengatakan anak dapat menjadi musuh apabila orang tua mengedepankan ego, kemarahan, dan kekerasan dalam pola pengasuhan. Sebaliknya, setiap keluarga diharapkan memiliki anak yang menjadi penyejuk hati sebagaimana doa dalam Surah Al-Furqan ayat 74.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Ustaz Andi mengajak orang tua memulai pendidikan sejak dini melalui keteladanan. Ia mencontohkan kebiasaan melaksanakan salat berjamaah bersama anak lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan perintah.

Selain memberikan teladan, orang tua juga perlu membangun komunikasi yang hangat dengan anak. Menanyakan aktivitas sekolah, pergaulan, dan keseharian menjadi bentuk perhatian yang dapat memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.

Ustaz Andi mengingatkan orang tua tidak mudah meluapkan kemarahan ketika anak belum memenuhi harapan. Menurutnya, kesabaran, kelembutan, dan kasih sayang merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak yang berakhlak mulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....