Ancaman Abrasi Batanghari, Pemkab Muba Relokasi Warga Desa Epil
- 07 Agt 2026 22:50 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah melakukan berbagai langkah penanganan terhadap musibah tanah longsor di Desa Epil dan kebakaran rumah di Desa Teluk, Kecamatan Lais.
- Bupati Toha Tohet menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh solusi yang aman dan berkelanjutan.
- Langkah penanganan dilakukan sebagai tindak lanjut atas instruksi bupati agar seluruh perangkat daerah bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak.
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Abrasi menahun aliran Sungai Batanghari mencapai titik krusial. Hantaman debit air yang mengikis dinding penahan tanah secara berulang memicu longsor beruntun di Dusun II Desa Epil, Kecamatan Lais, Musi Banyuasin (Muba). Sepuluh rumah warga menjadi korban, di mana tiga di antaranya roboh dan rusak berat.
Insiden pertama menghantam pemukiman pada Minggu, 19 Juli 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Belum sempat warga membenahi puing, longsor susulan kembali menerjang pada Rabu, 22 Juli 2026 dini hari usai hujan deras mengguyur wilayah Lais.
Tidak berhenti di situ, musibah ganda menimpa Kecamatan Lais setelah kebakaran hebat melalap pemukiman di Desa Teluk yang berdampak pada 15 Kepala Keluarga (KK).
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memastikan penanganan darurat di dua lokasi bencana tersebut tidak berhenti pada penyerahan sembako semata, melainkan mengarah pada relokasi permanen bagi warga yang berada di garis bahaya abrasi.
Atas nama pemerintah daerah saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Kami memastikan pemerintah akan selalu hadir dan tidak membiarkan masyarakat menghadapi musibah sendirian. Penanganan dilakukan mulai dari evakuasi, bantuan dasar, hingga langkah pemulihan dan relokasi," ujar Bupati Muba, Toha Tohet, melalui keterangan resminya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Di lokasi longsor Desa Epil, tujuh rumah warga lainnya kini berada dalam status rentan ambles. Medan tanah yang kian tergerus sungai membuat kawasan tersebut tidak lagi aman untuk dihuni.
Kepala Pelaksana BPBD Muba, Marko Susanto, menjelaskan bahwa langkah taktis saat ini difokuskan pada pengamanan jiwa melalui skema pemindahan domisili sementara ke lahan yang jauh dari bibir sungai.
"Bantuan bagi warga terdampak segera disalurkan, sementara pemerintah juga menyiapkan relokasi sementara ke lahan aset desa maupun tanah milik warga yang dinilai lebih aman," ungkap Marko.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Muba tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk membangun tembok penahan abrasi (DAM) di sepanjang titik rawan aliran Sungai Batanghari guna menghentikan ancaman longsor di masa depan.
Sementara untuk penanganan musibah kebakaran di Desa Teluk, konsolidasi bantuan lintas instansi terus digulirkan. Sebanyak enam KK korban utama dan sembilan KK terdampak telah menerima kover logistik darurat.
Dukungan pemulihan pascabencana juga disokong oleh jajaran Pemprov dan Komisi V DPRD Sumsel yang turun menyalurkan tali asih serta paket kebutuhan pokok pada Kamis, 6 Agustus 2026.
"Koordinasi penanganan terus dilakukan hingga ke tingkat provinsi. Bantuan ini menjadi bagian dari sinergi percepatan pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat pascabencana," pungkas Marko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....