Pemkab OKI Gelar Salat Istisqa, Mohon Hujan Cegah Karhutla
- 07 Agt 2026 09:05 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten OKI menggelar Salat Istisqa pada Kamis, 6 Agustus 2026, sebagai langkah menghadapi musim kemarau yang melanda wilayah.
- Kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati OKI Supriyanto, kepala OPD, aparatur sipil negara, ulama, dan masyarakat setempat.
- Salat Istisqa merupakan ikhtiar bersama masyarakat dan pemerintah untuk memohon turunnya hujan dan mengakhiri musim kemarau.
RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar Salat Istisqa di Halaman Kantor Bupati, Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama dalam menghadapi musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati OKI Supriyanto, jajaran kepala OPD, aparatur sipil negara, ulama, dan masyarakat. Mereka memohon turunnya hujan sebagai harapan mengakhiri musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah.
Selain menjadi bentuk ibadah, Salat Istisqa juga menjadi simbol kebersamaan menghadapi dampak kemarau. Doa bersama dipanjatkan agar hujan segera turun dan risiko kekeringan maupun karhutla dapat berkurang.
Wakil Bupati mengatakan, Salat Istisqa melengkapi berbagai langkah penanganan karhutla. Menurutnya, pemerintah terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan di lapangan.
"Melalui Salat Istisqa ini kita bersama-sama bermunajat memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di Kabupaten OKI. Semoga doa-doa yang kita panjatkan diijabah, sehingga kemarau segera berakhir dan masyarakat terhindar dari dampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan," ucapnya.
Ia berharap doa bersama ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten OKI. Selain itu, musim kemarau segera berakhir dengan turunnya hujan.
Menurut Supriyanto, masyarakat perlu menguatkan ikhtiar batin melalui doa dan ibadah. Langkah tersebut harus berjalan seiring dengan upaya nyata menjaga lingkungan.
"Selain berdoa, mari kita bersama-sama menjaga alam dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Ikhtiar lahir dan batin harus berjalan beriringan agar musibah dapat kita cegah bersama," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan menggunakan api selama musim kemarau berlangsung. Tindakan itu dinilai penting mencegah munculnya titik api dan meluasnya karhutla.
Supriyanto juga mengajak masyarakat memperbanyak istighfar serta meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Kesadaran bersama diharapkan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Pelaksanaan Salat Istisqa mencerminkan sinergi pemerintah, ulama, dan masyarakat menghadapi musim kemarau. Kebersamaan itu diharapkan memperkuat semangat gotong royong dalam mencegah bencana kekeringan dan karhutla.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....