Senam SAPA 129 Jadi Media Edukasi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

  • 31 Jul 2026 07:10 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • DPPPA Provinsi Sumatera Selatan mengintensifkan sosialisasi perlindungan perempuan dan anak melalui program Senam SAPA 129.
  • Senam SAPA merupakan inisiatif program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang difokuskan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.
  • Program ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Palembang, Sumatera Selatan.

RRI.CO.ID, Palembang - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumatera Selatan terus mengintensifkan sosialisasi perlindungan perempuan dan anak melalui Senam Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2026.

Kepala Bidang Pemberdayaan Anak DPPPA Sumsel, Yunedi Mukal, mengatakan, Senam SAPA merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang diinisiasi kembali di daerah sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.

"Senam SAPA bertujuan mengampanyekan perlindungan perempuan dan anak, meningkatkan peran keluarga, sekaligus membudayakan pola hidup sehat," ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurut Yunedi, terdapat tiga tujuan utama dari Senam SAPA. Pertama, mengajak masyarakat mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk perkawinan usia anak serta pekerja anak.

Kedua, memperkenalkan layanan pengaduan cepat SAPA 129 yang dapat diakses masyarakat di seluruh Indonesia untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Melalui hotline SAPA 129 masyarakat bisa menyampaikan pengaduan secara cepat sehingga penanganan dapat segera dilakukan," katanya.

Selain itu, kegiatan senam juga diharapkan meningkatkan kebugaran jasmani, membangun semangat, serta menghadirkan energi positif bagi masyarakat.

Yunedi menambahkan, rangkaian Hari Anak Nasional tahun ini juga diisi berbagai kegiatan edukatif, seperti lomba video pendek dan Senam SAPA 129 antar pelajar SD, SMP dan SMA (sederajat), sosialisasi anti perundungan di sekolah, kunjungan ke panti asuhan bersama Dharma Wanita Persatuan DPPPA Sumsel, hingga kegiatan nonton bersama 100 anak panti asuhan.

Ia berharap berbagai kegiatan tersebut semakin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak serta mendorong pemanfaatan layanan SAPA 129 apabila terjadi kasus kekerasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....