Karhutla di Desa Tanjung Kurung PALI Berhasil Dipadamkan

  • 23 Jul 2026 08:23 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten PALI, Sumatera berhasil dipadamkan oleh Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan setelah dua hari upaya pemadaman.
  • Kebakaran terjadi di Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dimulai sejak Selasa 21 Juli 2026 dan berakhir pada Rabu 22 Juli 2026.
  • Tim petugas melakukan pendinginan intensif untuk mencegah api meluas dan menghilangkan titik-titik api baru yang mungkin timbul.

RRI.CO.ID, PALI- Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera melaporkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil dipadamkan. Proses pemadaman berlangsung selama dua hari, sejak Selasa 21 Juli 2026, dan kembali dilanjutkan hingga padam Rabu 22 Juli 2026.

Karhutla terjadi di Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI. Tim terus berjibaku memadamkan api dan melakukan pendinginan untuk mencegah kebakaran meluas dan munculnya titik api baru.

“Personel Manggala Agni melalui Daops Lahat melakukan pemadaman selama dua hari. Dihari kedua pemadaman dilakukan pada pagi hari, dan saat ini dilaporkan Karhutla Desa Tanjung Kurung sudah padam,” ujar Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Rabu 22 Juli 2026.

Ferdian menyebut adapun estimasi luas lahan yang terdampak kebakaran di Desa Tanjung Kurung ini mencapai 3 hektare. “Meskipun telah api telah padam namun proses pemadaman masih terus berlangsung dengan mengutamakan pemadaman di titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan bara api,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya karhutla yang lebih luas, terutama pada musim kemarau.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyebut karhutla di Kabupaten PALI merupakan area perkebunan sawit. Pihaknya menerjunkan Helikopter pengebom air untuk membantu proses pemadaman.

Helikopter itu tidak hanya memadamkan di Kabupaten PALI, namun juga dikerahkan untuk pemadaman karhutla Muara Enim. “Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk pemadaman di PALI dan Muara Enim," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Rabu 22 Juli 2026.

Karhutla yang terjadi di Muara Enim terjadi di wilayah Rambang Niru, pada lahan seluas 2 hektare. “Sedangkan di PALI, lahan yang terbakar di Penukal, berupa perkebunan sawit diperkirakan juga seluas 2 hektare,” pungkas Sudirman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....