Ancaman Karhutla Meningkat, Ratusan Titik Hotspot Terpantau di Awal Juli
- 13 Jul 2026 23:35 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan sebanyak 493 titik panas (hotspot) terdeteksi hanya dalam 10 hari pertama Juli 2026. Laporan ini menandakan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di propinsi ini mulai meningkat seiring memasuki musim kemarau.
Peningkatan hotspot itu terjadi di empat daerah yang mendominasi karhutla terbanyak. Yakni Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Komering Ulu (OKU).
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan hingga 10 Juli, hotspot masih terus bermunculan setiap hari dengan puluhan titik terpantau. “Secara harian masih terpantau puluhan titik. Hotspot terbanyak berada di Muba, Muara Enim, OKI, dan OKU,” ujarnya dikonfrimasi RRI Senin 13 Juli 2026.
Berdasarkan data BPBD, Kabupaten Musi Banyuasin menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 89 titik. Disusul Muara Enim 71 titik, OKI 67 titik, dan OKU 65 titik.
Selanjutnya, Kabupaten Lahat tercatat memiliki 38 titik, Ogan Ilir 37 titik, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 27 titik, OKU Timur 22 titik, serta Banyuasin 20 titik. Sementara itu, Kota Palembang dan Kota Lubuklinggau menjadi dua daerah di Sumsel yang belum terdeteksi memiliki hotspot sepanjang Juli 2026.
Secara kumulatif, BPBD mencatat jumlah hotspot di Sumsel sepanjang 2026 telah mencapai 2.342 titik. Puncak kemunculan titik panas terjadi pada Juni sebanyak 755 titik, disusul Mei 708 titik.
“Meningkatnya jumlah hotspot dipengaruhi kondisi cuaca yang semakin kering karena intensitas hujan berkurang di sebagian besar wilayah Sumsel. Hal ini menjadi perhatian BPBD Sumsel,” ungkapnya.
Karena itu BPBD mengingatka hosspot bukan berarti telah terjadi kebakaran, melainkan indikator awal yang harus segera diverifikasi di lapangan. “Karena itu kami terus melakukan patroli darat dan pemantauan agar setiap potensi kebakaran bisa ditangani sedini mungkin,” pungkasnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....