Hotspot Terdeteksi di Muba, Petugas Temukan Lahan Terbakar
- 05 Agt 2026 13:45 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Posko Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Musi Banyuasin langsung menindaklanjuti kemunculan titik panas yang terdeteksi melalui sistem pemantauan karhutla.
- Tim gabungan melakukan groundcheck (pemeriksaan lapangan) di Dusun V, Desa Tanah Abang, Kecamatan Batang Hari Leko pada Selasa, 4 Agustus 2026.
- Titik panas terdeteksi melalui dua sistem pemantauan modern yaitu BRIN Fire Hotspot dan Sipongi yang memungkinkan respons cepat terhadap potensi kebakaran.
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin – Kemunculan titik panas yang terpantau melalui sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) langsung ditindaklanjuti Posko Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Musi Banyuasin.
Tim gabungan melakukan groundcheck di Dusun V, Desa Tanah Abang, Kecamatan Batang Hari Leko, Selasa, 4 Agustus 2026. Pemeriksaan dilakukan setelah titik panas terdeteksi melalui pemantauan BRIN Fire Hotspot dan Sipongi.
Tim yang terdiri atas unsur TNI, BPBD dan warga bergerak ke lokasi untuk memastikan apakah titik panas tersebut benar-benar menunjukkan adanya kebakaran.
Staf Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana sekaligus Humas BPBD Musi Banyuasin, Rivo Handoko, mengatakan groundcheck menjadi langkah penting untuk memastikan informasi yang diperoleh dari pemantauan satelit.
“Groundcheck dilakukan untuk memastikan titik hotspot yang terpantau satelit,” ujar Rivo.
Sesampainya di lokasi, Tim Karhutla Kecamatan Batang Hari Leko melakukan penyisiran di sekitar titik yang terdeteksi. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan area yang sebelumnya terbakar dengan luas sekitar 1,5 hektare.
Lahan yang terbakar didominasi semak belukar dengan jenis tanah mineral. Meski jejak kebakaran ditemukan, petugas tidak lagi mendapati api yang menyala.
“Setelah diperiksa, api sudah padam dan kondisi lokasi aman,” katanya.
Petugas kemudian melakukan dokumentasi dan pendataan terhadap lokasi sebagai bagian dari laporan penanganan titik panas. Langkah tersebut juga untuk memastikan kondisi lapangan tercatat dan dapat menjadi bahan pemantauan selanjutnya.
Rivo mengatakan pengawasan tetap dilakukan meski api telah padam. Area yang sebelumnya terbakar dinilai tetap perlu dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung terjadinya kebakaran.
Koordinasi antarpihak juga akan dilanjutkan apabila sistem pemantauan kembali mendeteksi titik panas di wilayah Musi Banyuasin.
Posko Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Musi Banyuasin turut mengajak masyarakat ikut berperan dalam pencegahan karhutla. Warga diminta segera melaporkan apabila melihat asap maupun titik api di sekitar permukiman atau kawasan hutan dan lahan.
Laporan lebih awal diharapkan dapat mempercepat proses groundcheck sekaligus penanganan, sehingga api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....