Lahan Gambut 20 Hektare di Muba Terbakar, Tim Pemadam Buru Bara Api
- 01 Agt 2026 23:00 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Kebakaran lahan bervegetasi semak belukar seluas 20 hektare di Dusun V, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin telah berhasil dipadamkan.
- Meskipun api di permukaan sudah padam, petugas pemadam karhutla masih menghadapi ancaman dari bara api yang tersimpan di dalam struktur tanah gambut yang tebal.
- Karakteristik tanah gambut memungkinkan penyimpanan bara api di bawah permukaan sehingga tetap berbahaya meskipun bagian atas terlihat dingin dan menghitam.
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin – Pemadaman api pada lahan yang terbakar di Dusun V, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), perlahan menyisakan asap tipis. Amuk api yang melahap sekitar 20 hektare lahan bervegetasi semak belukar dinyatakan padam. Namun, bagi para petugas pemadam karhutla, perimeter ini belum sepenuhnya aman.
Ancaman terbesar tidak lagi datang dari lidah api yang menjulang, melainkan dari kedalaman tanah. Lokasi kebakaran berada di atas struktur gambut tebal—karakteristik lahan yang tersohor mampu menyimpan bara api di bawah permukaan meski bagian atas terlihat sudah menghitam dan dingin.
Staf Pusdalops sekaligus Humas BPBD Musi Banyuasin, Rivo Handoko, menegaskan, meredanya api di permukaan bukan sinyal untuk menarik mundur pasukan.
"Api sudah padam, tetapi pemantauan tetap akan dilakukan besok. Lokasi ini gambut tebal, potensi munculnya kembali titik api tetap perlu diwaspadai," ujar Rivo di Sekayu, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Hingga Sabtu malam, Posko BPBD Desa Muara Medak masih disibukkan dengan koordinasi pemantauan. Benteng pertahanan gabungan yang melibatkan personel BPBD Muba, Manggala Agni Daops Muba, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga Regu Pemadam Kebakaran swasta masih terus disiagakan.
Fokus aksi kini bergeser dari penyerangan (attack) ke pendinginan total (mopping up). Air dari kanal-kanal terdekat disedot dan disemprotkan secara masif ke ceruk-ceruk tanah yang masih mengeluarkan kepulan asap.
"Pendinginan dilakukan pada lokasi yang masih berasap untuk memastikan api benar-benar tidak menyala kembali dari dalam tanah," tutur Rivo.
Langkah krusial berikutnya menanti pada Minggu, 2 Agustus 2026. Tim gabungan dijadwalkan turun kembali menyisir tapak (ground check) guna memverifikasi citra thermal serta mendeteksi sisa suhu panas yang tertinggal di bawah hamparan gambut.
Rivo mengimbau seluruh masyarakat sekitar agar tak kendur menjaga kewaspadaan. Dalam ekosistem gambut tebal, kelengahan sekecil apa pun dapat membuat bara tersembunyi berembus kembali menjadi kobaran besar yang sulit dikendalikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....