KAI Bersama Pemprov Sumsel Bangun Dua Flyover untuk Keselamatan KA

  • 08 Jul 2026 12:30 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • PT KAI bersama Pemprov Sumsel, Pemkab Muara Enim, PT Bukit Asam, dan BBPJN Sumsel menandatangani kerja sama pembangunan dua flyover di JPL 99 Belimbing Pendopo dan JPL 111 Ujan Mas untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
  • Pembangunan flyover diharapkan mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang sekaligus mendukung kelancaran distribusi batu bara sebagai bagian dari ketahanan energi nasional.
  • Proyek ini merupakan hasil sinergi pemerintah dan BUMN yang ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Muara Enim dan Sumatera Selatan.

RRI.CO.ID, Palembang - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan dua flyover di perlintasan sebidang JPL 99 Belimbing Pendopo dan JPL 111 Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Senin, 6 Juli 2026. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, memperlancar arus lalu linta, serta mendukung distribusi logistik nasional.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Balai Serasan Sekundang, Kabupaten Muara Enim dan dihadiri Direktur Manajemen Portofolio dan Teknologi Informasi PT KAI, I Gede Darmayusa, beserta jajaran PT KAI, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Plt. Bupati Muara Enim Sumarni, Kepala BBPJN Sumatera Selatan Panji Krisna Wardana, Direktur Utama PT Bukit Asam Bambang Ismawan, BPKP Perwakilan Sumsel, jajaran OPD Pemprov Sumsel serta Forkopimda Kabupaten Muara Enim.

Direktur Manajemen Portofolio dan Teknologi Informasi PT KAI, I Gede Darmayusa, mengatakan, pembangunan dua flyover menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN dan dunia usaha dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Menurutnya, selain meningkatkan kapasitas angkutan batu bara, pembangunan flyover juga diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan di perlintasan sebidang dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Muara Enim.

"Kami berharap pembangunan flyover ini menjadi solusi mendasar dalam mengurai kemacetan sehingga distribusi batu bara sebagai kepentingan nasional dapat berjalan seiring dengan kelancaran aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh pihak, mulai dari PT KAI sebagai operator, PT Bukit Asam, para pelaku usaha hingga masyarakat," ujar I Gede.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi komitmen PT KAI dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Ia menilai proyek ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.

Herman Deru menjelaskan, pembangunan flyover tidak hanya bertujuan memperlancar distribusi batu bara guna mendukung target angkutan hingga 100 juta ton tetapi juga mengembalikan hak masyarakat untuk memperoleh akses jalan yang aman, nyaman dan lancar.

"Pembangunan ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat. Yang kita integrasikan bukan hanya kepentingan komersial tetapi juga kepentingan masyarakat dan pemerintah. Ketika logistik bergerak lebih cepat, ekonomi juga akan tumbuh. Tujuan kita bukan hanya membuat lalu lintas lebih nyaman tetapi juga mempercepat logistik dan menggerakkan perekonomian karena waktu tempuh semakin singkat. Karena itu, persepsi seluruh pihak harus disatukan dan pelaksanaan harus disiplin," kata Herman Deru.

Ia berharap keberadaan dua flyover nantinya mampu menghilangkan hambatan di perlintasan sebidang sehingga perjalanan kereta api maupun arus kendaraan di Kabupaten Muara Enim berlangsung lebih aman, lancar dan andal.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan pembangunan flyover di JPL 99 Belimbing Pendopo dan JPL 111 Ujan Mas merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pengguna jalan.

"Pemisahan jalur kereta api dan jalan raya akan menekan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang, meningkatkan efisiensi waktu tempuh masyarakat serta mendukung operasional kereta api yang lebih aman, lancar dan tepat waktu," tutur Aida.

Aida menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT KAI, PT Bukit Asam dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menghadirkan manfaat jangka panjang bagi kelancaran operasional kereta api, distribusi logistik nasional serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....