Harga Bawang Turun, Aktivitas Pasar Macan Lindungan Kembali Ramai

  • 28 Jun 2026 20:57 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Pagi Macan Lindungan, Palembang, mengalami penurunan sehingga aktivitas jual beli kembali ramai.
  • edagang menyebut turunnya harga membuat penjualan meningkat karena pembeli kembali membeli bawang dalam jumlah lebih banyak.
  • Pembeli mengaku penurunan harga mendorong mereka kembali berbelanja dan membeli bawang untuk persediaan, dengan harapan harga tetap stabil.

RRI.CO.ID, Palembang - Penurunan harga bawang menghidupkan kembali aktivitas jual beli di Pasar Pagi Macan Lindungan, Palembang. Pembeli mulai berbelanja lebih banyak setelah harga kembali terjangkau.

Pantauan di pasar tersebut pada Sabtu, 27 Juni 2026 menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung. Pedagang mengaku penjualan bawang mulai membaik dibanding beberapa hari sebelumnya.

Pedagang bawang, Teguh, mengatakan harga bawang merah mengalami penurunan cukup signifikan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat kembali membeli kebutuhan dapur dalam jumlah lebih banyak.

"Harga bawang sempat mencapai Rp72 ribu per kilogram. Sekarang turun menjadi sekitar Rp52 ribu per kilogram," ujarnya.

Menurut Teguh, bawang merah Brebes kini dijual Rp13 ribu per seperempat kilogram. Sebelumnya, harga komoditas tersebut mencapai Rp18 ribu per seperempat kilogram.

Bawang putih saat ini dipasarkan sekitar Rp44 ribu per kilogram. Harga tersebut setara Rp11 ribu untuk seperempat kilogram.

Teguh menjelaskan bawang yang dijual berasal dari Brebes dan Bima di Pulau Jawa. Bawang Brebes lebih diminati karena aromanya lebih harum dan cocok dijadikan bawang goreng.

Ia mengaku penjualan sangat dipengaruhi perubahan harga di tingkat pasar. Ketika harga naik, masyarakat cenderung mengurangi jumlah pembelian.

"Kalau harga naik pembeli memang berkurang karena merasa mahal. Sekarang harganya sudah turun, jadi yang beli mulai ramai lagi," katanya.

Saat harga tinggi, penjualan hanya berkisar lima hingga sepuluh kilogram setiap hari. Setelah harga turun, jumlah penjualan kembali meningkat melebihi sepuluh kilogram.

Pembeli bernama Cici mengaku lebih leluasa berbelanja setelah harga kembali turun. Ia memilih membeli stok bawang karena lebih sering memasak sendiri.

"Kalau lagi mahal saya beli sedikit saja sesuai kebutuhan. Sekarang harganya sudah turun, jadi saya beli buat stok," tuturnya.

Pembeli lainnya, Uci, juga mengaku sempat menunda pembelian ketika harga melonjak. Ia kembali berbelanja setelah harga dinilai lebih terjangkau.

"Kalau harga naik saya menunda membeli. Saat harga turun, saya membeli lebih banyak untuk persediaan," ujarnya.

Pedagang dan pembeli berharap harga bawang tetap stabil dalam beberapa waktu ke depan. Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan aktivitas pasar.

Laporan Wulan Permata Sari, Mahasiswa magang Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....