Pakaian Baru Rp100 Ribu, Seragam Sekolah Bekas Jadi Solusi Irit

  • 18 Jul 2026 21:30 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Penjualan seragam sekolah bekas layak pakai tetap menjadi pilihan masyarakat Palembang karena harganya lebih terjangkau dibandingkan seragam baru.
  • Seragam yang dijual telah diperbaiki dan dibersihkan sehingga masih layak digunakan oleh siswa sekolah.
  • Usaha ini berawal dari kepedulian penjual Sri Hartati terhadap kondisi ekonomi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak dan kesulitan membeli seragam baru.

RRI.CO.ID, Palembang - Penjualan seragam sekolah bekas layak pakai masih menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat di Palembang. Selain harganya lebih terjangkau, pakaian yang dijual juga telah diperbaiki dan dibersihkan sehingga tetap layak digunakan.

Sri Hartati, penjual seragam sekolah bekas layak pakai di kawasan bawah Jembatan Ampera, mengatakan usaha tersebut berawal dari kepeduliannya terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, tidak semua keluarga mampu membeli seragam sekolah baru, terutama yang memiliki lebih dari satu anak.

Ia menjelaskan, awalnya hanya menjual pakaian campuran. Namun, setelah melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap seragam sekolah dengan harga terjangkau, ia memutuskan fokus menjual seragam bekas layak pakai.

“Banyak masyarakat masih punya kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Jadi, mereka memilih membeli seragam bekas yang masih bagus karena harganya lebih ringan,” ujar Sri Hartati saat diwawancarai, Sabtu, 18 Juli 2026.

Ditambahkan Sri, ia telah menjalankan usaha tersebut selama kurang lebih 25 tahun. Seragam yang dijual berasal dari masyarakat sekitar dan sebagian besar dipasok dari luar kota Palembang, kemudian seragam tersebut diperbaiki terlebih dahulu sebelum dipasarkan.

“Kalau ada resleting rusak, kancing lepas atau jahitannya lepas, kami perbaiki dulu. Setelah itu dicuci supaya bersih dan layak dipakai lagi,” katanya.

Harga seragam yang dijual berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000, baik untuk baju maupun celana atau rok. Menurutnya, kualitas terbaik biasanya berada pada kisaran harga Rp25.000 hingga Rp30.000.

Sebagai perbandingan, harga satu potong baju seragam baru dapat mencapai lebih dari Rp100.000. Perbedaan harga tersebut membuat banyak masyarakat memilih membeli seragam bekas yang masih layak pakai.

Sri menjelaskan pembeli yang datang didominasi para ibu. Seragam yang paling banyak dicari juga cukup beragam, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, termasuk celana sekolah yang tetap diminati meski kondisinya tidak sepenuhnya sempurna.

Meski usaha ini masih ramai, Sri mengaku penjualan tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya bantuan seragam dari sejumlah sekolah kepada siswa.

“Tahun ini Alhamdulillah masih ramai, tapi kalau dibanding tahun lalu memang berkurang. Tahun lalu saya sampai kewalahan melayani pembeli,” tuturnya.

Selain penurunan penjualan, tantangan lain yang dihadapi adalah pembeli yang menawar dengan harga terlalu rendah. Ia juga kerap menghadapi pengunjung yang mengacak-acak susunan pakaian tetapi tidak jadi membeli.

Sri Hartati berharap usahanya dapat terus bertahan dan membantu masyarakat yang membutuhkan seragam sekolah dengan harga terjangkau. Ia mengaku memahami kesulitan tersebut karena pernah mengalaminya semasa sekolah.

“Harapan saya usaha ini bisa terus membantu masyarakat yang kurang mampu. Alhamdulillah, dari usaha ini juga saya bisa menyekolahkan anak-anak hingga selesai,” tutupnya.

Laporan: M. Wirya Gunawan, Mahasiswa magang Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....