Polda Sumsel Revitalisasi Satkamling Berbasis Teknologi dan Partisipasi Warga

  • 15 Jun 2026 14:34 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID,Palembang - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Tahun 2026 yang digelar di Mapolda Sumsel, Rabu 10Juni 2026.

Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho. Pelatihan ini mengusung tema “Revitalisasi Satkamling sebagai Garda Terdepan Deteksi Dini dan Respons Cepat Kamtibmas Berbasis Teknologi dan Partisipasi Masyarakat”.

Tema tersebut mencerminkan langkah strategis Polda Sumsel dalam memperkuat sistem keamanan lingkungan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai gotong royong yang menjadi karakter masyarakat Indonesia.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Kapolda Sumsel sebagai simbol kebangkitan kembali semangat Satkamling sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan. Simbol tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Binmas Polda Sumsel Kombes Pol Hari Purnomo, Kepala Biro SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, para pejabat utama Polda Sumsel, serta peserta dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan.

Sebanyak 1.700 peserta mengikuti pelatihan secara hibrida. Dari jumlah tersebut, 100 peserta hadir langsung di Mapolda Sumsel, sementara 1.600 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara virtual melalui Polres jajaran masing-masing.

Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam mendukung penguatan sistem keamanan berbasis komunitas. Kehadiran Satkamling dinilai masih relevan sebagai sarana menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Dalam pelaksanaannya, Polda Sumsel mendorong transformasi Satkamling menjadi pusat deteksi dini gangguan keamanan yang memanfaatkan teknologi digital. Beberapa teknologi yang didorong antara lain penggunaan CCTV lingkungan, sistem pelaporan cepat serta integrasi dengan layanan Call Center Polri 110.

Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Presisi Polri yang mengedepankan pendekatan prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan. Dengan dukungan teknologi, proses deteksi dan respons terhadap potensi gangguan kamtibmas diharapkan menjadi lebih cepat dan efektif.

Selain penguatan teknologi, pelatihan juga menanamkan kembali nilai-nilai sosial seperti kepedulian lingkungan, silaturahmi antarwarga serta budaya gotong royong sebagai fondasi utama menjaga keamanan. Filosofi tersebut tercermin dalam rompi Satkamling bertuliskan “Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” yang melambangkan kesiapsiagaan sepanjang waktu.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat harus terus diperkuat agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.

“Keamanan bukan hanya milik Polri, keamanan adalah milik kita bersama dan merupakan hak seluruh masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat harus terus diperkuat. Teknologi memang membantu mempercepat deteksi dan respons, tetapi nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan lingkungan,” ucap Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho,.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya,, menyampaikan bahwa revitalisasi Satkamling merupakan langkah konkret membangun sistem keamanan yang responsif, adaptif dan berbasis partisipasi masyarakat.

“Polda Sumatera Selatan berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Revitalisasi Satkamling merupakan langkah konkret membangun sistem keamanan yang responsif, adaptif, dan berbasis partisipasi masyarakat. Dengan dukungan teknologi dan keterlibatan aktif warga, deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas akan semakin efektif,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Melalui pelatihan ini, Polda Sumsel berharap seluruh anggota Satkamling mampu menjadi agen perubahan, meningkatkan kewaspadaan kolektif serta mendukung terwujudnya “Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” sebagai fondasi pembangunan daerah dan ketahanan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....