Polda Sumsel Matangkan Strategi Operasi Patuh Musi

  • 06 Jun 2026 23:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Polda Sumatera Selatan menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) untuk memastikan seluruh personel memahami sasaran, strategi, dan pola bertindak dalam pelaksanaan Operasi Patuh Musi 2026 di seluruh wilayah Sumsel.
  • Operasi Patuh Musi 2026 bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas melalui pendekatan profesional, humanis, dan preventif.
  • Polda Sumsel mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama demi menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.

RRI.CO.ID, Palembang - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) mulai menyusun strategi matang menjelang bergulirnya Operasi Patuh Musi 2026. Langkah awal ini ditandai dengan pemetaan titik rawan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Melalui Latihan Pra Operasi (Latpraops) di Ruang Rapat Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel pada Jumat, 5 Juni 2026, kepolisian menyamakan persepsi dan pola penindakan di lapangan. Tujuannya jelas: menekan angka kecelakaan fatal dan mendisiplinkan pengguna jalan yang kerap membandel.

Kepala Biro Operasi Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, menegaskan bahwa operasi kali ini tidak hanya sekadar memeriksa surat-menyurat kendaraan, melainkan ada target keselamatan publik yang lebih besar.

"Seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Tujuan utama Operasi Patuh Musi 2026 adalah melindungi keselamatan masyarakat serta meningkatkan disiplin berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan di Sumatera Selatan," ujar Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso saat memberikan arahan.

Ia juga memastikan bahwa dalam pelaksanaannya nanti, polisi di lapangan diinstruksikan untuk bertindak secara profesional, terukur, namun tetap humanis guna menghindari gesekan dengan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Maesa Soegriwo, memaparkan hasil pemetaan wilayah. Titik-titik rawan macet, rawan kecelakaan, hingga area yang sering terjadi pelanggaran kasatmata sudah dikantongi oleh para Kasat Lantas di tingkat Polres dan Polrestabes.

Selain taktik dari Ditlantas, personel juga dibekali analisis potensi gangguan dari Direktorat Intelijen dan Keamanan untuk mengantisipasi dinamika sosial di lapangan selama operasi berlangsung.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan, keberhasilan operasi ini akan sangat bergantung pada respons masyarakat. Polisi berharap warga Sumsel tidak tertib hanya karena melihat ada petugas di jalan, melainkan sadar bahwa keselamatan adalah kebutuhan dasar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....