Gubernur Sumsel Tekankan Pentingnya Pengalaman Kepemimpinan

  • 04 Jun 2026 23:14 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menghadiri secara virtual kegiatan Penjelasan Penilaian Sikap Perilaku dan Strategi Pengembangan Diri bagi mentor pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVII di Sumsel Command Center, Selasa, 2 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh bakat atau potensi yang dimiliki seseorang. Menurutnya, seorang pemimpin juga harus ditempa melalui pengalaman dan pemahaman yang luas terhadap berbagai persoalan di lapangan.

Ia mengatakan, pengalaman menjadi faktor penting dalam membentuk kualitas kepemimpinan. Seorang pemimpin harus memiliki jam terbang yang cukup agar mampu mengambil keputusan secara tepat dalam berbagai situasi.

“Kepemimpinan itu membutuhkan pengalaman. Seorang pemimpin harus menguasai lapangan dan tidak boleh menganggap sepele apa pun,” ujarnya.

Herman Deru menjelaskan, dalam sistem kepemimpinan terdapat hirarki yang harus dijalankan secara baik. Karena itu, seorang pemimpin perlu membuka diri terhadap berbagai masukan, khususnya dari jajaran yang memiliki tugas dan pemahaman teknis terhadap suatu bidang.

Menurutnya, masukan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kepemimpinan itu ada hirarkinya, sehingga kita membutuhkan banyak masukan dari berbagai pihak, terutama dari para pemimpin di bawah yang membidangi tugas tertentu,” katanya.

Lebih lanjut, Herman Deru menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap berbagai sektor. Meski tidak harus menjadi ahli di setiap bidang, pemimpin dituntut memahami persoalan secara menyeluruh sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan.

Ia menilai kualitas kepemimpinan lahir dari perpaduan antara potensi, kapasitas, dan pengalaman yang terus diasah melalui proses pembelajaran serta keterlibatan langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

“Menjadi pemimpin itu bukan hanya bibit, tapi juga harus memiliki bobot,” tegas Herman Deru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....