Pelantikan PMI Sumsel, PMI Dituntut Transparan dan Berdampak Positif
- 25 Mei 2026 21:20 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan pentingnya tata kelola organisasi yang transparan dan profesional saat menghadiri pelantikan kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lubuk Linggau, Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kabupaten PALI di Griya Agung Palembang, Sabtu, 23 Mei 2026.
Pelantikan yang mengusung tema “Bergerak Bersama, Berbakti Untuk Kemanusiaan” itu dipimpin langsung Ketua PMI Provinsi Sumsel, Feby Herman Deru.
Dalam arahannya, Herman Deru meminta seluruh pengurus PMI yang baru dilantik mulai menerapkan sistem transaksi non-tunai dalam pengelolaan organisasi guna memastikan seluruh penggunaan dana hibah maupun CSR tercatat secara jelas dan akuntabel.
“Administrasi harus tertib. Kita harus mulai era transaksi non-tunai agar perputaran dana tercatat jelas, baik pemasukan maupun pengeluarannya,” ujar Herman Deru.
Ia juga meminta pengurus PMI menggandeng Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atau Inspektorat di masing-masing daerah untuk melakukan pendampingan sejak awal, terutama terkait pengelolaan Unit Donor Darah (UDD) dan dana hibah.
Menurut Herman Deru, ada empat prinsip utama yang harus dijaga dalam pengelolaan organisasi PMI, yakni seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai, tidak ada markup anggaran, tidak ada kegiatan fiktif, serta seluruh program harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain menyoroti tata kelola organisasi, Herman Deru juga mendorong PMI lebih aktif menjalankan aksi kemanusiaan, terutama dalam memenuhi kebutuhan darah di Sumsel yang dinilai masih cukup tinggi.
Ia meminta PMI memperkuat kerja sama lintas sektor, aktif dalam penanggulangan bencana, hingga rutin melakukan edukasi pertolongan pertama dengan melibatkan Palang Merah Remaja (PMR).
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Sumsel, Feby Herman Deru, mengatakan kepengurusan yang baru dilantik harus mampu menjalankan amanah kemanusiaan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Menjadi pengurus PMI bukan sekadar jabatan, tetapi amanah untuk membantu masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan laporan keuangan yang akuntabel,” katanya.
Feby juga mendorong PMI lebih agresif menjalankan program donor darah melalui sistem jemput bola dan memperluas jaringan organisasi hingga tingkat desa dan sekolah.
“Kebutuhan darah sangat tinggi, bukan hanya untuk korban kecelakaan, tetapi juga ibu hamil dan anak penderita talasemia. Karena itu PMI harus aktif turun langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....