AMPERA Sumsel Perluas Edukasi Anti Korupsi
- 24 Jul 2026 07:36 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Forum Aliansi Master Penyuluh Anti Korupsi (AMPERA) Sumatera Selatan memperluas edukasi anti korupsi ke sekolah, kampus, ASN, komunitas, perangkat desa, legislatif, dan birokrat muda untuk menanamkan budaya integritas sejak dini.
- Penyuluhan dilakukan dengan metode yang disesuaikan dengan usia dan latar belakang peserta, seperti dongeng, permainan, cerita, dan film edukasi. Seluruh anggota AMPERA juga telah memiliki sertifikasi kompetensi sesuai standar nasional.
- AMPERA bersama pemerintah mendorong penguatan tata kelola yang bersih serta mengajak masyarakat menghentikan praktik gratifikasi, termasuk kebiasaan memberi hadiah atau uang pelicin dalam pelayanan publik.
RRI.CO.ID, Palembang - Forum Aliansi Master Penyuluh Anti Korupsi (AMPERA) Sumatera Selatan terus memperluas edukasi anti korupsi ke berbagai lapisan masyarakat. Penyuluhan dilakukan di sekolah, kampus, lingkungan ASN, hingga komunitas warga.
Wakil Ketua AMPERA Sumsel, Riznandi, mengatakan penyuluh anti korupsi tidak hanya memahami teori integritas. Mereka juga dibekali kemampuan komunikasi agar pesan anti korupsi mudah diterima masyarakat.
“AMPERA hadir untuk menyebarkan nilai integritas dan membangun kesadaran anti korupsi sejak dini.” Ungkap Riznandi dalam dialog Palembang Siang Ini di PRO 1 RRI Palembang, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurutnya, pendekatan penyuluhan disesuaikan dengan usia dan latar belakang peserta. Untuk pelajar, materi disampaikan melalui dongeng, cerita, permainan, hingga pemutaran film edukasi.
Riznandi menjelaskan anggota AMPERA berasal dari berbagai profesi, mulai dari ASN, guru, aktivis sosial, hingga masyarakat umum. Seluruh anggota telah mengikuti proses sertifikasi kompetensi sesuai standar nasional.
Ia menambahkan penyuluhan juga menyasar perangkat desa, anggota legislatif, dan birokrat muda. Tujuannya agar budaya jujur dan transparan tumbuh dalam pelayanan publik.
Sementara itu, Auditor Ahli Madya Pada Inspektorat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Alphonsyah Putera menilai AMPERA sebagai mitra penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih. "Kolaborasi antara KPK, pemerintah daerah, dan penyuluh diharapkan mampu memperluas gerakan anti korupsi hingga ke tingkat akar rumput," katanya.
AMPERA juga menyoroti praktik gratifikasi yang masih dianggap biasa di masyarakat. Kebiasaan memberi hadiah atau uang pelicin kepada penyelenggara layanan publik dinilai perlu dihentikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....