Pelatihan Migas Muba Diserbu 143 Pendaftar, Seleksi Ketat dan Transparan
- 25 Mei 2026 21:18 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menegaskan proses seleksi program pelatihan minyak dan gas (migas) tahun 2026 dilakukan secara jujur, transparan, dan berbasis kompetensi tanpa ruang bagi praktik titipan maupun koneksi orang dalam.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet menyusul tingginya antusiasme pemuda Muba mengikuti program pelatihan migas yang digelar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba bekerja sama dengan PPSDM Migas Cepu.
Program pelatihan yang dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 itu menyediakan kuota bagi 20 peserta terbaik dengan fasilitas beasiswa penuh, termasuk biaya pendidikan dan transportasi pulang-pergi Palembang–Cepu.
Tercatat sebanyak 143 pemuda-pemudi Muba mengikuti proses pendaftaran untuk memperebutkan kuota tersebut.
“Saya tegaskan kepada anak-anakku, calon peserta pelatihan migas, andalkan kemampuan dan kapasitas diri kalian sendiri. Jangan pernah mengandalkan koneksi, keluarga, apalagi titipan orang dalam,” ujar Toha Tohet, Minggu, 24 Mei 2026.
Menurut dia, dunia industri migas membutuhkan sumber daya manusia yang benar-benar kompeten dan profesional sehingga setiap peserta harus percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Ingat, yang akan belajar dan bekerja nanti adalah diri kalian sendiri. Kalau kalian mampu dan kompeten, pasti lulus,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan objektif sesuai standar industri migas.
Ia meminta peserta yang lolos administrasi untuk serius mempersiapkan diri menghadapi tahapan tes berikutnya.
“Kompetisi ini dilaksanakan secara jujur, transparan, dan objektif. Tidak ada toleransi terhadap ketidakdisiplinan. Peserta wajib hadir tepat waktu dan mematuhi seluruh tata tertib,” ujarnya.
Herryandi juga mengapresiasi meningkatnya partisipasi perempuan dalam program tersebut. Dari total 143 pendaftar, sebanyak 45 peserta merupakan perempuan, terutama pada jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Migas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Muba, Edison menjelaskan terdapat tiga jurusan yang dibuka dalam program pelatihan tahun ini, yakni K3 Migas, Rigger, serta Pengukur Isi Tangki dan Hasil Olahan.
Dari hasil verifikasi administrasi, sebanyak 13 pelamar dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), sedangkan sisanya berhak mengikuti tes tertulis dan tes buta warna.
Seleksi tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Sekayu dengan pembagian dua sesi berdasarkan nomor berkas peserta.
Menurut Edison, proses seleksi ketat dilakukan agar peserta yang lolos benar-benar memenuhi standar kebutuhan industri migas nasional.
“Seleksi ini kami lakukan secara ketat dan transparan untuk memastikan peserta yang lanjut benar-benar memenuhi kualifikasi standar industri migas,” katanya.
Program pelatihan migas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Muba dalam mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap bersaing di sektor energi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....