Menteri Agama RI Resmikan Masjid Pusat Peradaban di Kampus UKB

  • 13 Mei 2026 17:10 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Menteri Agama RI meresmikan Masjid Dr. Irzanita Al Mukarromah di Kampus Universitas Kader Bangsa Palembang
  • Masjid kampus diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual dan pemberdayaan mahasiswa
  • Pemerintah dan UKB menekankan pentingnya keseimbangan pendidikan akademik dan nilai keagamaan

RRI.CO.ID, Palembang - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, meresmikan Masjid Dr. Irzanita Al Mukarromah di lingkungan Universitas Kader Bangsa, Rabu, 13 Mei 2026. Kehadiran masjid tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual sekaligus penguatan karakter mahasiswa.

Peresmian masjid dilakukan di Kampus UKB Palembang dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, civitas akademika, serta tokoh masyarakat. Pembangunan masjid dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat keseimbangan pendidikan akademik dan nilai keagamaan di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menegaskan masjid kampus memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berilmu dan beriman. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat.

“Nama Irzanita adalah doa, yakni tempat yang menenangkan, hening, sekaligus produktif. Masjid bukan sekadar tempat sujud, tetapi pusat pemberdayaan umat,” ujarnya. Ia mengatakan banyak masjid pada masa Rasulullah SAW berfungsi sebagai pusat peradaban Islam.

Nasaruddin Umar juga mengapresiasi pembangunan Masjid Dr. Irzanita Al Mukarromah sebagai bentuk investasi amal jariyah jangka panjang. Ia berharap masjid tersebut mampu melahirkan sarjana yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter religius yang kuat.

“Selamat Ibu Irzanita, telah membangun istana surganya. Semoga masjid ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” tuturnya. Ia menilai keberadaan masjid kampus sangat penting dalam membentuk peradaban generasi muda.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Kesehatan Kader Bangsa, Irzanita, mengatakan pembangunan masjid merupakan bentuk komitmen menghadirkan ruang ibadah sekaligus pembinaan moral mahasiswa. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak cukup hanya menekankan aspek akademik semata.

Ia mengenang perjalanan hidupnya hingga akhirnya dapat membangun masjid di lingkungan kampus UKB. Baginya, ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan iman dan ketakwaan agar memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Di usia senja ini baru bisa membangun masjid. Karena bagi saya sebesar apa pun ilmu tanpa iman dan takwa akan kehilangan arah,” katanya. Ia berharap masjid tersebut menjadi pusat keberkahan dan pembinaan karakter generasi muda.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, menegaskan pentingnya masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara kemajuan fisik dan penguatan spiritual masyarakat.

“Masjid ini harus terus hidup dan makmur dengan ibadah serta kegiatan sosial. Kita ingin pembangunan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga maju dalam iman dan takwa,” ujarnya. Ia berharap UKB terus berkembang dan memberi kontribusi bagi pendidikan di Sumatera Selatan.

Melalui peresmian tersebut, UKB berkomitmen menghidupkan fungsi masjid melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan. Dukungan pemerintah dan masyarakat diharapkan memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban Islam modern di lingkungan kampus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....