TPID Dorong Stabilitas Harga Hewan Kurban tanpa Rugikan Peternak

  • 22 Apr 2026 17:35 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Menjelang Idul Adha, kenaikan harga hewan kurban kembali menjadi perhatian masyarakat. Kondisi ini kerap menekan daya beli warga sekaligus memunculkan keluhan dari peternak terkait tingginya biaya produksi. Di tengah situasi tersebut, pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dituntut hadir sebagai penyeimbang. Peran ini menjadi penting agar stabilitas harga tetap terjaga tanpa mengorbankan salah satu pihak.

Pejabat Otoritas Veteriner Provinsi Sumsel, drh. Jafrizal, mengungkapkan, TPID dinilai tidak cukup hanya fokus pada komoditas pangan utama seperti beras atau cabai. Hewan kurban juga termasuk komoditas strategis musiman yang berdampak langsung terhadap inflasi daerah. Selain itu, dinamika harga hewan kurban turut memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, intervensi kebijakan harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

Prinsip utama dalam pengendalian harga adalah menjaga keseimbangan pasar. Penurunan harga yang merugikan peternak justru berpotensi menurunkan populasi ternak di masa depan. Akibatnya, pasokan akan terganggu dan harga bisa melonjak lebih tinggi pada tahun berikutnya. Kondisi ini harus dihindari melalui pendekatan berbasis efisiensi.

"Pasar. Penurunan harga yang merugikan peternak justru berpotensi menurunkan populasi ternak di masa depan. Akibatnya, pasokan akan terganggu dan harga bisa melonjak lebih tinggi pada tahun berikutnya," ujar drh. Jafrizal, Rabu 22 April 2026.

Salah satu gagasan yang diusulkan adalah program "GERAK KURBAN STABIL". Program ini menekankan kolaborasi antara pemerintah, peternak, lembaga keuangan, dan masyarakat. Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta sistem distribusi dan penetapan harga yang lebih transparan serta adil bagi semua pihak.

Program tersebut mencakup berbagai langkah strategis, mulai dari pemetaan stok hingga digitalisasi pasar. Pendataan dilakukan jauh hari sebelum Idul Adha untuk memastikan ketersediaan pasokan. Dengan data yang akurat, kebijakan dapat diambil lebih cepat dan tepat sasaran. Hal ini sekaligus mencegah gejolak harga yang berlebihan.

Selain itu, TPID juga didorong memfasilitasi pasar kurban langsung dari peternak. Skema ini bertujuan mempersingkat rantai distribusi yang selama ini menjadi penyebab tingginya harga di tingkat konsumen. Melalui model ini, masyarakat dapat membeli dengan harga lebih terjangkau, sementara peternak tetap memperoleh keuntungan yang layak.

Di sisi lain, dukungan terhadap peternak juga menjadi kunci keberhasilan program. Penyediaan akses pembiayaan dan pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan kuantitas pasokan. Dengan pendekatan menyeluruh ini, stabilitas harga hewan kurban dapat terjaga tanpa mengorbankan kesejahteraan peternak maupun daya beli masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....